FORSPEK GERAKKAN KEPEDULIAN, RAWAT BUDAYA TAU TANA SAMAWA AGAR TAK TERGERUS ZAMAN
Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor. Com — Tradisi dan kearifan lokal Tau Tana Samawa kembali mendapat ruang untuk terus dibumikan di Kabupaten Sumbawa. Semangat menjaga warisan budaya agar tidak tergerus zaman digaungkan melalui semangat “Satu Hari Sejuta Sahabat, Satu Hari Sejuta Saudara.”
Semangat tersebut mengemuka dalam rangkaian pelantikan pengurus Forum Silaturahmi Pencinta Katapel (FORSPEK) yang digelar pada 25 September 2026 di Kabupaten Sumbawa.
Pelantikan pengurus FORSPEK dilakukan oleh Ketua FORSPEK Provinsi Ahmad Jufri, S.H., didampingi Ketua FORSPEK Kabupaten Sumbawa Nanang Nasruddin, S.IP., M.M., Inov.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya merawat ruang kebersamaan masyarakat melalui tradisi dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat Sumbawa.
Bagi masyarakat Tau Tana Samawa, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Tradisi merupakan bagian dari identitas yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup dan dikenal di Tana Intan Bulaeng.
Ketua FORSPEK Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasruddin, berharap berbagai event bernuansa budaya dapat terus digelar dan bergema di Tana Intan Bulaeng.
Menurutnya, kegiatan budaya menjadi salah satu bentuk nyata untuk menjaga sekaligus merawat kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa.
«“Sabalong Samalewa” menjadi semangat yang diharapkan terus hidup dalam setiap gerakan pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.»
Di tengah derasnya perubahan zaman, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Tradisi yang tidak dirawat berisiko semakin jauh dari generasi muda.
Karena itu, semangat “Satu Hari Sejuta Sahabat, Satu Hari Sejuta Saudara” menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.
Tana Intan Bulaeng memiliki kekayaan tradisi yang bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dihidupkan. FORSPEK pun diharapkan dapat menjadi salah satu ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
Sabalong Samalewa—bersama menjaga tradisi, bersama merawat jati diri Tau Tana Samawa.
( Irwanto )






