KUNINGAN — Tribun Tipikor.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap menerapkan langkah perlindungan diri, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya preventif Dinkes Kuningan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dalam informasi yang disampaikan Dinkes, sebaran abu vulkanik dilaporkan telah terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk tidak panik namun tetap waspada. Utamakan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan,” ujar dr. H. Edi Martono.
Perlindungan Diri Jadi Prioritas
Dinkes Kuningan mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berpotensi terdampak abu vulkanik. Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker N95/KN95 sebagai perlindungan terhadap partikel abu.
Selain masker, masyarakat juga disarankan menggunakan pakaian dan sepatu tertutup serta mengenakan kacamata pelindung. Penggunaan lensa kontak juga sebaiknya dihindari ketika kondisi lingkungan berdebu akibat abu vulkanik.
Langkah perlindungan lainnya adalah menutup rapat pintu dan jendela rumah, menjaga sumber air dan makanan tetap tertutup, serta mencuci tangan dan membasuh wajah setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
Abu yang menempel di lingkungan juga dianjurkan dibersihkan dengan cara membasahi area terlebih dahulu menggunakan air, sehingga abu tidak mudah kembali beterbangan dan terhirup.
Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian
Dinkes Kuningan turut mengingatkan kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara dan debu, seperti lanjut usia, balita, ibu hamil, serta penderita asma dan PPOK.
Kelompok tersebut dianjurkan mengurangi atau menghindari aktivitas di luar rumah ketika terdapat paparan abu vulkanik.
Masyarakat yang berkendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi kecepatan apabila kondisi jalan atau jarak pandang terganggu oleh abu.
Kenali Gejala dan Segera Periksa
Menurut imbauan Dinkes Kuningan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan setelah terpapar abu vulkanik. Keluhan seperti sesak napas, batuk berat, iritasi mata yang parah, maupun nyeri dada menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian.
Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan.
Melalui langkah kewaspadaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik.
Pesan utama Dinkes Kuningan: tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, lindungi saluran pernapasan, dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan.
andri hdw






