MANDAILING NATAL — Dugaan keterlibatan oknum berinisial AA dalam membekingi aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan eks PT M3, Pulo Padang, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal, kembali menuai sorotan.
Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, meminta Pangdam I/Bukit Barisan segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang disebut-sebut terkait dengan aktivitas tersebut.
“Kalau dugaan itu terbukti, kami tegas meminta Pangdam I/BB mencopot AA dari jabatannya dan memberikan sanksi sesuai aturan. Jangan ada perlindungan terhadap oknum yang terbukti membekingi aktivitas ilegal.” tegas Muhammad Saleh.
Menurutnya, dugaan aktivitas PETI di eks PT M3 tidak boleh dibiarkan menjadi persoalan yang berlarut-larut. Aparat penegak hukum diminta tidak hanya menyasar pekerja atau operator alat berat di lapangan.
“Kapolda Sumut jangan mandul. Pangdam I/BB juga jangan tutup mata. Kalau benar ada beking, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya berani menangkap pekerja kecil sementara orang yang diduga berada di belakangnya dibiarkan.”
Muhammad Saleh mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menempuh jalur resmi dengan menyampaikan pengaduan kepada Polda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan.
“Kami akan membuat pengaduan resmi. Kami akan meminta dugaan ini diperiksa secara profesional dan transparan. Kami tidak ingin ada vonis tanpa pemeriksaan, tetapi kami juga tidak mau ada pembiaran.”
Ia menegaskan, pengaduan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontrol sosial agar aparat benar-benar serius memberantas aktivitas pertambangan ilegal serta memastikan tidak ada oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangan.
“Kalau AA tidak terlibat, silakan buktikan melalui pemeriksaan. Tetapi kalau terbukti membekingi PETI, jangan lindungi. Copot dan proses sesuai aturan. Institusi TNI dan Polri harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum.”
Muhammad Saleh juga meminta Kapolda Sumut mengusut dugaan aktivitas PETI secara menyeluruh, termasuk menelusuri pemodal, pengelola, kepemilikan alat berat, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan.
“Kami ingin tahu siapa pemodalnya, siapa pengelolanya, siapa pemilik alat beratnya dan siapa yang diduga memberikan perlindungan. Jangan berhenti pada orang-orang di lapangan.”
Ia menambahkan, SATMA AMPI Madina akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
“Ini bukan persoalan mencari sensasi. Ini soal penegakan hukum dan marwah institusi. Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut harus membuktikan bahwa mereka tidak tutup mata dan tidak mandul menghadapi dugaan PETI serta dugaan keterlibatan oknum.”Tim





