Kab Bandung tribuntipikor.com
Kepala Desa adalah ujung tombak pembangunan dan juga sebagai ujung tombak pemerintahan daerah maupun nasional yang langsung berhubungan dengan berbagai karakter dan kebutuhan masyarakatnya yang sifatnya universal.
Desa juga sebagai barometer, jika desanya kuat dan makmur negarapun menjadi hebat.
Dari desa, denyut kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan bahkan politik Indonesia bermula. Disini di desa identitas bangsa tumbuh nilai gotong royong dipraktekkan dan kemandirian diuji dalam realitas paling nyata.
Kehadiran pemerintah desa, khususnya posisi kepala desa menjadi sangat strategis, kepala desa adalah pemimpin terdekat dengan rakyat, pengelola anggaran publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga, sekaligus figur simbolik yang merepresentasikan negara ditingkatan paling bawah. Namun menjadi kepala desa hari ini bukan sekedar soal memimpin. Meski telah mengalami pasang surut secara regulasi, disatu sisi sebagai perpanjangan tangan pemerintah disisi lain juga sebagai representasi politik kehendak masyarakat desa. Dua sisi peran ini sering menjadikan kepala desa dalam dilema antara kepatuhan administratif normatif, disisi lain dihadapkan pada realita masyarakat yang meski harus diperjuangkan dan diselesaikan.
Kepala Desa sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus berisiko menjadi ujung tombok, persoalan ketika kebijakan tak sinkron, beban administrasi menumpuk atau dinamika politik lokal yang menggerus integritas tata kelola. ( Bah Yosep Tribun Tipikor )





