Program Kepsek SDN 054 Tikukur “Kamis Nyunda”

Kota Bandung Tribun Tipikor com Latar belakang program*
SDN 054 Tikukur Kota Bandung di bawah kepemimpinan Kepala Sekolahnya meluncurkan program unggulan “Kamis Nyunda”. Program ini lahir dari arahan Gubernur Jawa Barat dan Disdik Kota Bandung untuk menguatkan muatan lokal serta melestarikan budaya Sunda di lingkungan sekolah. Tujuannya agar anak-anak tidak kehilangan jati diri budayanya.

Makna Kamis Nyunda*
“Kamis Nyunda” berarti setiap hari Kamis, seluruh warga sekolah dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan diwajibkan menggunakan atribut dan bahasa Sunda. Mulai dari baju adat, iket, kebaya, sampai percakapan sehari-hari. Ini bentuk nyata menjaga bahasa dan budaya agar tetap hidup di generasi penerus.

Kepemimpinan Kepsek sebagai motor penggerak*
Kepala Sekolah SDN 054 Tikukur menjadi teladan utama. Beliau selalu hadir dengan busana Sunda tiap Kamis dan aktif berbahasa Sunda saat apel. Keteladanan ini membuat guru dan siswa lebih semangat mengikuti program. Bagi beliau, melestarikan budaya adalah bagian dari pendidikan karakter.

Pembelajaran berbasis budaya Sunda*
Selain pakaian, kegiatan belajar mengajar juga disisipi muatan Sunda. Ada materi dongeng Sunda, wawacan, pupuh, dan sejarah Bandung. Guru juga memasukkan kosa kata Sunda ke dalam mata pelajaran. Dengan cara ini siswa belajar akademik sekaligus mengenal budayanya sendiri.

Ekstrakurikuler penguatan budaya*
Program Kamis Nyunda didukung ekstrakurikuler seperti tari Sunda, angklung, karawitan, dan pencak silat. Setiap Kamis, siswa bergantian tampil di halaman sekolah. Ini melatih kepercayaan diri anak sekaligus melestarikan seni pertunjukan tradisional Jawa Barat.

Pembiasaan bahasa Sunda di sekolah*
Selama Kamis Nyunda, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing di lingkungan sekolah diminimalisir. Sapaan “Wilujeng Enjing”, “Hatur Nuhun”, dan “Punten” menjadi bahasa utama. Kebiasaan ini membuat siswa fasih berbahasa Sunda dan bangga menggunakannya.

Pelibatan orang tua dan komite*
Kepala Sekolah mengajak orang tua untuk mendukung dengan menyiapkan baju adat anak tiap Kamis. Komite sekolah juga dilibatkan dalam kegiatan gelar budaya. Sinergi ini membuat program tidak hanya jalan di sekolah, tapi juga sampai ke rumah.

Lomba dan apresiasi budaya*
Tiap bulan diadakan lomba cerdas cermat Sunda, lomba nulis aksara Sunda, dan lomba pidato bahasa Sunda. Pemenang diberi penghargaan saat upacara. Apresiasi ini memotivasi siswa untuk terus belajar dan berprestasi di bidang budaya.

Dampak positif bagi siswa*
Sejak program berjalan, siswa SDN 054 Tikukur jadi lebih disiplin, sopan, dan cinta budaya. Mereka tidak malu lagi berbahasa Sunda di ruang publik. Program ini juga membuat sekolah dikenal sebagai sekolah yang kuat karakter budayanya di Kecamatan Sumur Bandung.

Komitmen melestarikan untuk masa depan*
Bagi Kepsek SDN 054 Tikukur, Kamis Nyunda bukan kegiatan seremonial. Ini adalah investasi karakter jangka panjang. Dengan mencintai bahasa dan budaya sendiri, diharapkan lulusan SDN 054 Tikukur tumbuh menjadi anak Bandung yang cerdas, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Sunda.

Melalui program “Kamis Nyunda”, SDN 054 Tikukur membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Jawa Barat tetap lestari.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait