Oknum Pelaksana Diduga Hina Wartawan: “Wartawan Itu Hama”*

*Garut.tribuntipikor.com
4 Agustus 2026 – Seorang Pelaksana proyek TPT Aspirasi di diduga melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan, Dalam pertemuan di Lokasi pekerjaan di Kp Ciseda, Palaksana tersebut menyebut wartawan sebagai “hama”. ( Kp. Ciseda Desa Dawungsari Kecamatan Cilawu ).

Pernyataan itu disampaikan saat sejumlah wartawan melakukan konfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian spek pada proyek yang dikerjakannya.

“Dia bilang di depan kami, ‘ngapain diladenin wartawan, kalo ada datang kesini akan saya martil dan itu mah hama’. Kami merasa profesi kami dilecehkan,” ujar Team Investigasi Media, yang hadir di lokasi.

Pernyataan tersebut memicu kekecewaan insan pers di Kabupaten Garut. PWI/IKWI/AJI Kabupaten Garut menilai ucapan itu tidak pantas dan mencederai kebebasan pers yang dijamin UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan bekerja sesuai tupoksi: mencari, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan publik. Menyebut wartawan ‘hama’ sama saja melecehkan fungsi kontrol sosial media,” kata Ketua Pers.

Hingga berita ini diturunkan, Inisial DD belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya.

Insan pers kabupaten garut meminta oknum/pelaksana proyek tersebut meminta maaf secara terbuka. Jika tidak ada itikad baik, kasus ini akan dibawa ke jalur hukum dan Dewan Pers.

  1. *dengan data valid Team Media, Desa Dawungsari, media, tanggal 4 Agustus 2026.
  2. bukti*: rekaman audio/video/pernyataan saksi. Itu penting untuk lanjut ke Dewan Pers atau jalur hukum UU ITE/Pasal 207 KUHP penghinaan.

Denis Saputera &Hendri Pangestu

Pos terkait