Blora Jawa tengah, tribuntipikor.com. “Kontrak sebenarnya selesai tahun ini, tetapi kami sedang mengajukan perpanjangan kontrak. Rencana selesai di tahun 2028,” ucap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Cabean, Nuryanto Sasmito Slamet saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).
Pembangunan Bendungan Cabean dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Brantas Abipraya dan PT Marfrijaya Abadi dengan nilai kontrak mencapai Rp 499 miliar atau hampir setengah triliun.
Dengan nilai proyek yang besar tersebut, Bendungan Cabean diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk pengairan lahan pertanian sekaligus pengendalian banjir di wilayah sekitar. Proyek ini berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Nuryanto mengatakan progres fisik proyek yang berada di Desa Karanganyar saat ini baru sekitar seperempat dari keseluruhan pekerjaan atau sekitar nilai Rp 125 miliar.
“Progres kami sekitar 25 persen, progres fisiknya di lapangan sekitar 25 persen,” kata dia.
“Kalau anggaran DIPA sudah habis, penyedia jasa tetap bekerja. Nanti yang mereka laksanakan akan dibayar di tahun berikutnya,” ujarnya.
Menurut Nuryanto, pihaknya telah mengajukan perpanjangan kontrak 2 tahun kepada Kementerian Keuangan melalui Kementerian PUPR. Saat ini proses administrasi tinggal menunggu persetujuan. Ia menyebut mundurnya target penyelesaian dipengaruhi efisiensi anggaran serta keterlambatan proses pembebasan lahan.
Untuk diketahui, Bendungan Cabean berada di Sungai Galuk, secara administratif berada di tanah Desa Karanganyar dan Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Blora. Dengan rencana pelaksanaan awal mulai 2023-2026 dari dana APBN senilai Rp 499 miliar. Sementara kapasitas tampung 3 juta meter³, luas genangan 51,45 hektare. Editor, (@_hiem)





