Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat ini mengusung semangat BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Tidak hanya berfokus di kawasan TMP Cikutra, gerakan kebersihan dan kepedulian lingkungan ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh satuan pendidikan di wilayah Jawa Barat. Langkah ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kepedulian ekologis kepada para generasi muda sejak hari pertama mereka menapaki jenjang pendidikan menengah.
Pembukaan acara berlangsung khidmat dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suherman. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta jajaran pejabat daerah lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong pembentukan karakter siswa yang responsif terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
Dalam aksi terpusat ini, SMKN 5 Bandung menunjukkan komitmennya dengan menerjunkan kekuatan penuh peserta didik barunya. Kepala SMKN 5 Bandung, Eddy Mustofa, S.Pd., M.M.Pd., mengungkapkan bahwa seluruh siswa kelas 10 diikutsertakan dalam agenda bersejarah ini guna memberikan pengalaman belajar yang nyata di tengah masyarakat.
”708 siswa yang diturunkan. Semuanya seluruh siswa kelas 10, didampingi dengan kakak-kakak kelasnya selaku pamong itu ada sekitar 38 orang,” ujar Eddy Mustofa saat diwawancarai oleh awak media di lokasi kegiatan.
Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban selama aksi aksi bersih-bersih berlangsung, pihak sekolah menerapkan sistem pendampingan yang terstruktur. Eddy menjelaskan bahwa setiap kelompok siswa mendapatkan pengawasan ketat dari tenaga pendidik dan senior mereka. “Wali kelas, guru-guru pendamping juga dilibatkan. Per 30 anak itu satu guru pendamping, dua siswa pamong kakak kelasnya,” tambahnya.
Pria yang baru menjabat selama enam bulan di SMKN 5 Bandung setelah sebelumnya bertugas di SMKN 1 Sukaluyu Cianjur ini menilai positif gebrakan baru dalam MPLS Pancawaluya 2026. Menurutnya, pelibatan siswa secara langsung dalam membina lingkungan masyarakat merupakan langkah terobosan yang sangat berharga untuk membentuk mental kepedulian sosial.
”Menurut saya, kegiatan ekologi ini sangat positif, sangat positif. Ini baru pertama ya kegiatan MPLS yang saya dampingi, anak-anak dilibatkan untuk bina lingkungan di masyarakat,” puji Eddy terkait program yang digagas Disdik Jabar tersebut.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar benih kepedulian lingkungan yang ditanamkan sejak dini dapat terus bertumbuh. Eddy berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya terbatas pada area sekolah, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal para siswa masing-masing, sehingga dapat menginspirasi masyarakat luas.
”Ya, yang saya harapkan, mungkin sekolah harapkan, anak-anak itu tergerak hatinya. Bukan hanya untuk mencintai wilayah/area sekolah saja, tapi untuk di masyarakat lingkungan pun mereka peduli untuk kebersihan lingkungannya. Nah, dengan begitu, kesadaran masyarakat untuk merawat, membina lingkungan bisa dimulai sejak dini. Harapannya generasi ke depan dan budaya Jawa Barat bisa lebih baik lagi diawali dengan aksi dari gerakan anak-anak kita,” tuturnya panjang lebar.
Di samping aksi fisik menjaga kebersihan, Kepala SMKN 5 Bandung juga mendorong para siswanya untuk memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Di era keterbukaan informasi saat ini, ia mengajak para siswa menggunakan smartphone mereka untuk mengabadikan dan menyebarkan konten-konten positif terkait aksi sosial lingkungan melalui media sosial.
”Saya lebih mengajak ke anak-anak itu untuk bijak dalam memanfaatkan HP mereka. Memang ada pengaruh negatifnya, tapi manfaat positifnya sangat besar sekali. Terutama kalau anak-anak bisa mendokumentasikan kegiatan sosial seperti ini dan dipublikasikan melalui medsosnya, mudah-mudahan bisa saling mengajak ke teman-teman yang lain. Ini membuktikan bahwa siswa sanggup melakukan aktivitas positif terutama untuk lingkungan kita,” pungkas Eddy menutup wawancara.





