Ditengah Meningkatnya Ancaman Penyalahgunaan Narkoba Serta Judol, Polres Bantaeng Bergerak cepat Memberikan benteng moral kepada para Pelajar

BANTAENG.Tribuntipikor.com.Di tengah meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, dan kasus perundungan yang menyasar kalangan remaja, Polres Bantaeng bergerak cepat memberikan benteng moral kepada para pelajar.

Melalui Satuan Binmas dan Satres Narkoba, Polres Bantaeng menggelar Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) kepada ratusan peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di Aula SMAN 2 Bantaeng, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan KBO Sat Binmas Polres Bantaeng, Iptu Alimuddin, S.E., dan KBO Satres Narkoba Polres Bantaeng, Ipda Achmad Kurnia, S.Pd., yang memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA, praktik judi online, perilaku yang merusak diri, hingga dampak serius perundungan (bullying) terhadap kesehatan mental, prestasi, dan masa depan pelajar.

Tak hanya menjelaskan konsekuensi hukum, para narasumber juga mengajak siswa menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial, berani menolak pengaruh negatif, serta tidak ragu melapor apabila mengetahui atau menjadi korban bullying maupun penyalahgunaan teknologi.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bantaeng, Halijah, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Bantaeng atas kepeduliannya membina generasi muda sejak hari pertama mereka memasuki bangku sekolah.

“Materi ini sangat penting dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi anak-anak kita saat ini. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami dampak hukumnya, tetapi juga menyadari dampak sosial, psikologis, dan masa depan yang bisa hancur akibat NAPZA, judi online, maupun bullying,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Namun, keberhasilan pembentukan karakter siswa membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, hingga aparat penegak hukum.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman di era digital.

Harapannya, para peserta didik tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, taat hukum, serta mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari NAPZA, judi online, maupun bullying.( Ucok Haidir )

Pos terkait