Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor . Com – Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela kembali membuktikan kualitas pendidikannya di panggung dunia. Untuk kesekian kalinya, santri pesantren ini menorehkan prestasi internasional dengan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang School Diplomacy Clubs International Youth Camp 2026 yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, pada 17–24 Juni 2026.
Tiga santri terbaik, Muhammad Habibie Firdaus, Rhadea Gao Palimbang, dan Aisyah Dhiyaul Birra, berhasil lolos mewakili Indonesia bersama sekitar 200 peserta dari 20 negara. Forum bergengsi tersebut menjadi wadah pengembangan diplomasi, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas budaya bagi generasi muda dunia.
Selama sepekan, para delegasi mengikuti berbagai kegiatan strategis, mulai dari kuliah umum bersama akademisi dan praktisi internasional, proyek kolaboratif, hingga diskusi mengenai isu-isu diplomasi global dan hubungan antarbangsa.
Momen paling membanggakan terjadi saat acara Global Village, ketika delegasi Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara. Tiga santri PMI Dea Malela sukses memukau peserta internasional dengan membawakan lagu tradisional Sumbawa “Mata Balong” serta mempertunjukkan seni bela diri Silat sebagai identitas budaya Indonesia di hadapan delegasi dari berbagai negara.
Tak hanya mengikuti agenda akademik, para peserta juga menikmati kekayaan budaya Republik Tatarstan dengan menghadiri Festival Sabantuy, perayaan budaya masyarakat Tatar yang menampilkan seni tradisional, permainan rakyat, serta tradisi syukuran hasil panen.
Keberhasilan tiga santri tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi muda berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Pengasuh PMI Dea Malela, Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus memperluas wawasan internasional sambil tetap menjaga nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
«”Dengan semangat diplomasi dan persahabatan antarbangsa, ketiga santri PMI Dea Malela telah menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga mampu melahirkan duta-duta muda yang siap membangun jembatan dialog dan kerja sama bagi masa depan dunia yang lebih harmonis,” ujar Din Syamsuddin.»
Prestasi ini kembali menegaskan bahwa PMI Dea Malela bukan sekadar mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan kader bangsa yang siap tampil sebagai wajah Indonesia di forum internasional sekaligus mengharumkan nama Sumbawa di mata dunia.
( Irwanto )





