SPMB Harus Bersih dari Titipan! SMAN 3 Sumbawa Tegaskan Seleksi Transparan dan Berbasis Aturan

Sumbawa Besar, NTB – TribunTipikor.com – Di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai daerah yang kerap diwarnai polemik, SMAN 3 Sumbawa menegaskan komitmennya menjalankan proses seleksi secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan Parenting Class serta sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan calon peserta didik mengenai mekanisme penerimaan melalui jalur afirmasi, prestasi, dan domisili sesuai regulasi pemerintah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Panitia SPMB, Burhanuddin, S.Pd, didampingi Ketua Komite Sekolah M. Nurdayat, SP, menjelaskan bahwa seluruh proses penerimaan dilaksanakan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa memberikan ruang bagi praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu atau kelompok prioritas sesuai ketentuan. Jalur prestasi diberikan kepada siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik yang dibuktikan dengan dokumen resmi. Sementara jalur domisili mengacu pada kedekatan tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah berdasarkan dokumen kependudukan yang sah.

“Kami berharap seluruh masyarakat memahami mekanisme penerimaan peserta didik baru sehingga proses pendaftaran berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan sesuai aturan,” tegas Burhanuddin, Rabu (30/6/2026).

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Sumbawa, Agus Surya Pratama, S.Pd, menegaskan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada penerimaan peserta didik, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan demi melahirkan generasi unggul.

Dengan jumlah peserta didik yang mencapai 1.127 siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 3 Sumbawa berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif, berkarakter, dan berorientasi pada prestasi.

“Prestasi bukan hanya soal nilai di kelas, tetapi juga karakter, disiplin, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegas Agus.

Melalui Parenting Class dan sosialisasi SPMB ini, pihak sekolah berharap terbangun sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sebab keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga oleh keterlibatan keluarga dan lingkungan.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap dunia pendidikan yang bersih dan berintegritas, SMAN 3 Sumbawa mengirimkan pesan tegas: SPMB harus menjadi ajang mencari siswa terbaik, bukan ruang bagi praktik titipan, manipulasi data, atau kepentingan tertentu. Transparansi adalah harga mati demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
( Irwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *