Sumbawa Kehilangan Sosok Pemersatu, Jejen Hujaeri Mustopa Tinggalkan Kenangan Mendalam di Hati Masyarakat

Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor .Com. – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Sumbawa. Jejen Hujaeri Mustopa, mantan Ketua Paguyuban Pasundan Sumbawa yang dikenal luas sebagai sosok pemersatu dan pengayom warga Pasundan, telah berpulang ke rahmatullah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga besar Paguyuban Pasundan, tetapi juga bagi masyarakat Sumbawa dari berbagai latar belakang etnis dan suku yang selama ini mengenal dedikasi serta ketulusan pengabdiannya.

Semasa hidupnya, Jejen Hujaeri Mustopa dikenal sebagai tokoh yang mampu merangkul seluruh kalangan. Di bawah kepemimpinannya, Paguyuban Pasundan menjadi rumah kebersamaan bagi warga asal Bandung dan Jawa Barat yang menetap di Sumbawa. Namun lebih dari itu, almarhum berhasil membangun hubungan harmonis dengan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat di Bumi Sabalong Samalewa.

Tak heran, kabar wafatnya mengundang gelombang belasungkawa dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah tokoh, perwakilan etnis, organisasi sosial, dan masyarakat lintas suku turut hadir menyampaikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan kebaikan almarhum selama hidupnya.

Bagi banyak orang, Jejen bukan sekadar pemimpin paguyuban. Ia adalah sahabat, saudara, dan sosok yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. Keramahan, kepedulian, dan semangat persaudaraan yang ditanamkannya telah membuat dirinya mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Sumbawa.

Kepergian beliau menjadi kehilangan besar yang sulit tergantikan. Namun nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan yang diwariskannya akan tetap hidup dan menjadi teladan bagi generasi penerus.

Seluruh keluarga besar Paguyuban Pasundan Sumbawa serta masyarakat yang mengenalnya mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di surga terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, Jejen Hujaeri Mustopa. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

( Irwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *