Miri, Malaysia – TribunTipikor.com
Tokoh masyarakat Dayak, Jaya Ramba, menyampaikan ucapan Selamat Hari Gawai Dayak 2026 kepada seluruh masyarakat Dayak yang merayakannya, baik di rumah panjang, di kota, di perantauan, maupun di mana saja keturunan Dayak berada di bawah langit Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pesannya yang penuh makna, Jaya Ramba mengajak seluruh masyarakat Dayak menjadikan Hari Gawai sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai adat dan budaya, serta saling memaafkan atas segala kekhilafan yang pernah terjadi.
“Pada musim ketika tetawak dan gong kembali dipalu dan tikar ruai kembali dibentangkan dengan penuh persaudaraan, saya menghulurkan setulus hati ampun dan maaf sekiranya selama ini pernah berkasar bahasa, terlanjur kata, tersalah bicara ketika menegur, atau tersilap pandangan ketika menyampaikan pendapat. Sesungguhnya manusia tidak pernah terlepas daripada kelemahan,” ungkapnya.
Menurutnya, Hari Gawai bukan sekadar pesta adat yang diisi dengan jamuan makanan dan hiburan semata, melainkan sebuah perayaan yang mengajak masyarakat kembali mengingat akar budaya, sejarah leluhur, dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman maupun rumah panjang diberikan keselamatan, kesehatan, serta dijauhkan dari segala musibah dan kesedihan.
“Semoga setiap langkah yang membawa kita pulang kepada keluarga dan tanah leluhur sentiasa dipermudah, dipayungi keselamatan, dan dipenuhi kedamaian. Semoga pertemuan bersama sanak saudara menjadi sumber kebahagiaan dan mempererat ikatan kekeluargaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Ramba juga mengingatkan seluruh pihak, khususnya para calon pemimpin yang sedang menghadapi musim politik, agar tidak menjadikan momentum Gawai sebagai sarana memecah belah masyarakat.
Menurutnya, semangat Gawai adalah semangat persatuan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Gawai bukan ruang untuk menyebarkan kebencian dan bukan pula kesempatan untuk memecah persaudaraan. Gawai adalah saat untuk duduk bersama, mempererat silaturahmi, serta mengenang perjuangan dan pengorbanan nenek moyang yang telah membangun jati diri bangsa Dayak,” tegasnya.
Menutup pesannya, Jaya Ramba mengundang sahabat, kerabat, dan masyarakat untuk saling mengunjungi (ngabang) serta mempererat tali persaudaraan dalam suasana penuh sukacita dan kedamaian.
“Sekiranya ada ruang dan kesempatan, datanglah ngabang ke rumah saya. Mari kita bertemu dalam senyum persaudaraan, berbicara tentang kampung halaman, adat istiadat, serta kasih sesama manusia yang tidak seharusnya hilang ditelan zaman.”tambah nya.
Selamat Hari Gawai Dayak 2026.
Arap kitai mujur lalu gerai, nyamai nguan menua.
Semoga kita semua memperoleh keberuntungan, kesehatan, kesejahteraan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Diterbitkan: sungut.m





