Oknum Anggota DPR-KSB Diduga Gelapkan Ratusan Juta 7 Warga Lapor Polisi
Sumbawa Barat NTB
tribuntipikor . Com – Skandal dugaan penipuan bermodus proyek Pokir di Kabupaten Sumbawa Barat meledak. Seorang oknum Anggota DPRD KSB berinisial RF, 36 tahun, resmi dilaporkan ke Polres Sumbawa Barat setelah sedikitnya 7 warga mengaku jadi korban dengan total kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Laporan dilayangkan kuasa hukum korban, Malikur Rahman, SH dari Kantor Hukum Malikur Rahman & Associates, Senin 20 Mei 2026.
Korban utama adalah Sopyan, karyawan swasta asal Dusun Bre, Desa Bre, Kecamatan Brang Rea.
Kasus bermula 23 Juni 2025. Sopyan menyerahkan uang tunai Rp30 juta langsung ke RF untuk “penyertaan modal” pengerjaan proyek Pokir yang diklaim milik terlapor. Transaksi diperkuat kuitansi bertanda tangan resmi. RF menjanjikan Sopyan akan dilibatkan dan mendapat keuntungan dari setiap realisasi proyek aspirasi dewan.
“Klien kami percaya karena yang bersangkutan adalah pejabat publik, seorang Anggota DPRD yang memiliki akses langsung terhadap plot anggaran Pokir. Ditambah lagi ada bukti kwitansi bertanda tangan resmi,” kata Malikur Rahman.
Memasuki awal 2026, RF mulai menghindar. Pesan WhatsApp diabaikan, dan saat didatangi ke kantor DPRD ia selalu menghindar dengan alasan rapat paripurna. Setelah rapat selesai, RF diduga menyelinap keluar meninggalkan para korban yang sudah menunggu.
Kecurigaan korban menguat setelah berkomunikasi dengan warga lain. Ternyata ada 7 orang dengan modus, janji, dan bukti kuitansi yang sama persis. Jika diakumulasikan, kerugian klaster korban mencapai ratusan juta rupiah.
Tim hukum sempat melayangkan somasi pada 16 Maret 2026, namun tidak direspons. Merasa haknya dilecehkan, para korban akhirnya melaporkan RF ke Polres Sumbawa Barat atas dugaan tindak pidana penipuan materiil sesuai Pasal 492 UU No. 1 Tahun 2023 KUHP Baru.
Pihak pelapor mendesak Kapolres Sumbawa Barat segera memanggil, memeriksa, dan memproses hukum oknum anggota DPRD tersebut demi tegaknya keadilan tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke RF belum mendapat respons. (Tim GJI)





