Cilacap,Tribuntipikor .com
Dengan berpakaian adat budaya Jawa, ribuan warga masyarakat Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, melaksanakan kirab budaya atau nguri-nguri budaya sedekah bumi.
Prosesi kirab budaya dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 08 Mei 2025, dengan membawa berbagai macam hasil bumi dan aneka macam makanan untuk dimakan secara bersama-sama.
Tradisi ini mencerminkan simbol semangat kebersamaan dan semangat gotong royong warga masyarakat setempat. Momen sedekah bumi Desa Karanggedang sangat menarik perhatian dengan hadirnya pertunjukan seni musik tradisional Gondang Lesung.
Gondang Lesung sendiri merupakan sebuah alat penumbuk padi yang terbuat dari kayu panjang, yang dipukul secara bersama-sama. Suaranya yang khas diiringi lantunan kakawihan atau syair-syair.
Kades Karanggedang, Saryo, menyatakan komitmennya untuk terus menghidupkan dan melestarikan kesenian tradisional Gondang Lesung. Kesenian yang dahulunya menjadi simbol rasa syukur masyarakat agraris ini, kini mulai dibangkitkan kembali agar tidak hilang ditelan zaman.
Gondang Lesung bukan hanya sekadar permainan musik dengan memukul alat penumbuk padi tradisional, melainkan sebuah representasi dari semangat gotong royong dan kebersamaan warga desa. Melalui berbagai festival budaya dan kegiatan kemasyarakatan, Desa Karanggedang berupaya mengenalkan kembali irama khas lesung kepada generasi muda.
“Kami tidak ingin anak cucu kami hanya mengenal Gondang Lesung dari cerita atau buku sejarah saja. Ini adalah identitas kami, dan kami berkomitmen untuk menjaganya agar tetap hidup di tengah modernisasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Dalam setiap pertunjukannya, Gondang Lesung selalu berhasil menyedot perhatian warga. Suara tumbukan kayu yang berirama tidak hanya menghasilkan musik yang merdu, tetapi juga membangkitkan kenangan akan kearifan lokal masa lalu yang penuh dengan nilai-nilai spiritual dan sosial.
Dengan adanya dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, Desa Karanggedang optimis bahwa Gondang Lesung akan terus bergema dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan di wilayah tersebut. Semangat uri-uri budaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kekayaan budaya nusantara.
Jurnalis Sugeng Rahmat





