Sumbawa Besar NTB—
Deru mesin las dan dentingan besi tak pernah benar-benar berhenti di Desa Gontar. Di tengah medan berat dan cuaca yang tak selalu bersahabat, prajurit TNI bersama warga terus berpacu dengan waktu membangun Jembatan Gantung Garuda , sebuah infrastruktur yang kini mulai menampakkan wujudnya dengan progres mencapai 30 persen, Selasa (05/05/2026).
Tak ada kata lelah. Anggota Kodim 1607/Sumbawa, prajurit Yonif TP 835/SYB, personel Subdenzibang, hingga masyarakat setempat bahu-membahu mengerjakan perakitan hingga pengelasan besi angkur.
Semangat gotong royong menjadi bahan bakar utama di balik percepatan pembangunan ini ,
Di lokasi, bukan hanya keringat yang jatuh, tapi juga harapan.
Jembatan ini bukan sekadar rangka baja yang melintang di atas bentang alam, melainkan akses kehidupan , penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian warga yang selama ini terkendala.
Kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terbukti bukan sekadar slogan.
Di Gontar, sinergi itu nyata , terlihat dari kerja tanpa sekat antara seragam loreng dan warga sipil yang memiliki tujuan yang sama: menghadirkan perubahan.
Program Jembatan Gantung Garuda yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi salah satu langkah strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah pedesaan.
Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., menegaskan bahwa dedikasi para prajurit dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam proyek ini.
Ia optimistis, dengan semangat yang terus terjaga, jembatan impian warga Gontar akan segera rampung dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Di balik setiap percikan api las dan kokohnya besi yang terpasang, ada tekad yang tak tergoyahkan: membangun bukan hanya jembatan, tetapi juga masa depan.
(..)





