SELAYAR.Tribungipikor.com..Di balik derap langkah prajurit TNI yang bekerja tanpa lelah dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar, ada sosok-sosok perempuan tangguh yang jarang tersorot kamera. Mereka adalah para istri prajurit yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana, perempuan-perempuan sederhana yang memilih berdiri di belakang layar, namun memiliki peran besar menjaga semangat para suami saat menjalankan tugas negara.
Bagi sebagian orang, tugas TMMD mungkin hanya terlihat sebagai pembangunan jalan, renovasi rumah, pembuatan sumur bor, atau kegiatan sosial di tengah masyarakat. Namun dibalik itu, ada pengorbanan keluarga yang ikut berjalan seiring. Para prajurit harus meninggalkan rumah selama berminggu-minggu demi menyelesaikan pengabdian di lokasi sasaran TMMD. Dalam situasi itulah, peran Persit menjadi kekuatan yang tak tergantikan.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Kodim 1415/Selayar. dr. Marlin Yudo, bersama para anggota Persit memahami betul bahwa tugas seorang prajurit bukan hanya milik suami, tetapi juga bagian dari pengabdian keluarga. Karena itu, mereka memilih untuk hadir bukan sekadar sebagai pendamping, melainkan sebagai penyemangat utama.
Di rumah, para istri prajurit menjalankan peran ganda. Mereka mengurus anak, menjaga keluarga, sekaligus menjadi tempat pulang bagi para suami yang lelah setelah seharian bekerja di lapangan. Tidak sedikit di antara mereka yang harus menahan rasa khawatir ketika cuaca buruk melanda lokasi TMMD atau saat komunikasi dengan suami terhambat karena keterbatasan jaringan di wilayah sasaran.
Namun bagi para anggota Persit, semua itu adalah bagian dari konsekuensi pengabdian.
“Yang paling penting suami tetap semangat menjalankan tugas dan selalu diberi kesehatan. Kami di rumah berusaha mendukung penuh supaya mereka bisa fokus bekerja membantu masyarakat,” ungkap Kariati Sukasman salah seorang anggota Persit dengan mata berkaca-kaca.
Dukungan itu tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Kadang hanya lewat pesan singkat sederhana, menyiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat, atau memastikan anak-anak tetap ceria meski ayah mereka sedang bertugas jauh dari rumah. Hal-hal kecil itulah yang menjadi energi bagi para prajurit di lapangan.
Di sela kegiatan TMMD, kehadiran Persit juga terasa melalui berbagai dukungan moril kepada masyarakat. Beberapa anggota Persit turut aktif dalam kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, hingga menjalin kedekatan dengan warga sekitar lokasi TMMD. Kehangatan mereka menjadi jembatan emosional yang memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Komandan Kodim 1415/Selayar selaku Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Yudo Harianto, ST, mengakui bahwa keberhasilan pelaksanaan program TMMD tidak lepas dari dukungan keluarga prajurit, khususnya para istri yang setia mendampingi dari belakang.
Menurutnya, seorang prajurit akan lebih kuat menjalankan tugas ketika memiliki keluarga yang memahami arti pengabdian.
“Persit bukan hanya pendamping prajurit, tetapi bagian penting dalam keberhasilan tugas. Dukungan mereka memberi semangat luar biasa bagi anggota yang sedang bekerja di lapangan,” ujarnya.
Di tengah kerasnya medan pengabdian, Persit Kartika Chandra Kirana menunjukkan bahwa ketangguhan tidak selalu ditampilkan dengan seragam loreng atau sepatu lapangan. Kadang, ketangguhan hadir dalam bentuk kesabaran, doa, dan ketulusan seorang istri yang memilih tetap tersenyum saat suaminya mengabdi untuk negeri.
TMMD akhirnya bukan hanya tentang pembangunan fisik di desa. Lebih dari itu, program ini juga memperlihatkan bagaimana kekuatan sebuah keluarga menjadi pondasi utama lahirnya pengabdian para prajurit TNI kepada masyarakat.( Ucok Haidir )





