Dankodiklatad Buka Diskusi Strategis Peran Kecabangan TNI AD dalam Operasi Gerilya Modern

Bandung. Komandan Kodiklatad Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., secara resmi membuka diskusi pembahasan peran kecabangan dan fungsi TNI AD dalam operasi gerilya yang berlangsung di Gedung Moh. Toha Kodiklatad, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini diikuti 92 peserta secara tatap muka serta 971 peserta secara daring dari berbagai satuan meliputi Mabes TNI, TNI AD beserta jajarannya, TNI AL, TNI AU, Kabacadnas dan Unhan.

Diskusi ini diselenggarakan guna memperoleh kesamaan persepsi sekaligus menghimpun saran dan masukan terkait peran kecabangan dan fungsi TNI AD dalam operasi gerilya. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., Mayjen TNI Assoc. Prof. Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si (Han)., Mayjen TNI Tatan Ardianto, S.I.P., serta Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.I.P., M.Han. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koorsahli Kasad, Wadan Kodiklatad, Ir Kodiklatad, para Danpussen TNI AD, Danseskoau, Wadan Sesko TNI, Wair Kodiklatad, para Direktur Kodiklatad, Dirajenad, Kadispsiad, Danrindam III/Slw serta para Dansatjar Kodiklatad.

Dalam sambutannya, Dankodiklatad menegaskan bahwa diskusi ini merupakan tindak lanjut evaluasi latihan guna memperjelas peran kecabangan dalam operasi gerilya yang harus adaptif terhadap ancaman modern. Keterbatasan alutsista diimbangi dengan penguatan sistem pertahanan semesta secara terpadu, disertai penyusunan pedoman rinci tiap kecabangan serta sinergi lintas sektor untuk mendukung kemandirian dan kesiapan TNI AD ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbangun kesamaan persepsi yang komprehensif serta rumusan langkah strategis yang aplikatif dalam meningkatkan efektivitas peran kecabangan dan fungsi TNI AD dalam operasi gerilya, sehingga mampu memperkuat kesiapan operasional dan daya tangkal TNI AD dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman ke depan.

(Penerangan Kodiklatad)

Pos terkait