:Rp300 Juta Turun, Labuhan Burung Diuji: Mampu Berdaya atau Sekadar Seremonial?”

Sumbawa, NTB
tribuntipikor.Com —
Desa Labuhan Burung menerima bantuan keuangan khusus sebesar Rp300 juta melalui program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB tahun anggaran 2026, dengan status sebagai Desa Tematik multi-kategori.

Kepala Desa Labuhan Burung, Iwan Iskandar Dinata, menyampaikan langsung kepada awak media TribunTipikor.com. kamis 16/04/26.

Program ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, DPMD Dukcapil NTB, serta PLT Kadis DPMD Kabupaten Sumbawa,
Tahun anggaran 2026, dengan penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis baru-baru ini.” Jelasnya

Desa Labuhan Burung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan diberikan sebagai bagian dari program Desa Berdaya untuk mendorong penguatan ekonomi, sosial, dan kemandirian desa berbasis potensi lokal dengan berbagai kategori tematik.”urai Ipiong Sapaan akrab kades lb Burung

Dana disalurkan melalui skema bantuan keuangan khusus dengan penetapan Labuhan Burung sebagai Desa Tematik dalam beberapa kategori sekaligus: Desa Wisata, Desa Bersinar, Desa Buruh Migran Emas, Desa Konservasi, dan Desa Mandiri.

Implementasi program akan dijalankan oleh pemerintah desa dengan pengawasan pihak terkait.”Ulasnya

Kabar baik datang untuk warga Labuhan Burung. Desa ini resmi menerima suntikan dana Rp300 juta dari program Desa Berdaya Pemprov NTB.

Status sebagai desa tematik dengan berbagai kategori menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Gubernur NTB, jajaran DPMD Dukcapil NTB, serta PLT Kadis DPMD Kabupaten Sumbawa atas dukungan yang diberikan.” Tegasnya

Namun, di balik seremoni tersebut, muncul pertanyaan krusial:
apakah dana ini akan benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat?

Program Desa Berdaya sendiri menyasar 247 desa di seluruh NTB, termasuk 31 desa di Kabupaten Sumbawa.

Dengan status tematik yang “lengkap”, Labuhan Burung menjadi salah satu desa yang paling disorot.

Kini, publik menunggu langkah konkret. Transparansi, efektivitas program, dan dampak langsung bagi masyarakat menjadi tolok ukur utama.

Jangan sampai label “Desa Berdaya” hanya berhenti sebagai slogan tanpa hasil nyata.
Labuhan Burung kini berada di titik pembuktian , menjadi desa yang benar-benar berdaya, atau sekadar menjalankan rutinitas program tahunan tanpa perubahan berarti.

( Irwanto )

Pos terkait