“Air Bersih Tersendat, Kades Dete Buka Suara: Akui Keterlambatan, Janji Benahi Pengelolaan”

Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor . Com — Polemik pengelolaan air bersih di Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete, Kecamatan Lape, akhirnya mendapat respons langsung dari Kepala Desa Dete, Muhidin.

Dalam pernyataan resminya kepada awak media tribun Tipikor . Com Selasa ../Selasa 07/04/2026, ia mengakui adanya keterlambatan dan kekurangan dalam penanganan distribusi air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Muhidin menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan kritik dan masukan. Ia menilai, sorotan tersebut menjadi cambuk bagi pemerintah desa untuk segera berbenah dan mengambil langkah konkret.

“Masukan dan saran dari masyarakat serta pihak terkait menjadi motivasi bagi kami dalam menentukan langkah ke depan,” ujarnya.

Namun di balik itu, Muhidin juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas belum optimalnya pengelolaan air bersih, khususnya di kawasan komplek PLN Dusun Bukit Tinggi.

Ia mengakui, lambannya koordinasi menjadi salah satu faktor utama tersendatnya layanan.
Menurutnya, setelah rampungnya program hingga tahap serah terima dan pemeriksaan terakhir pada Februari 2026, pemerintah desa belum maksimal dalam membangun komunikasi dengan pihak BUMDes Samba yang direncanakan sebagai pengelola program tersebut.

“Keterlambatan ini terjadi karena belum optimalnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak BUMDes Samba, di samping faktor lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa langkah perbaikan kini mulai dilakukan. Pemerintah Desa Dete bersama BUMDes Samba, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta jajaran RT/RW telah sepakat untuk segera menggelar sosialisasi sekaligus pembentukan pengurus resmi pengelola air bersih di bawah naungan BUMDes.

Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam memastikan distribusi air bersih berjalan lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.

“Dengan adanya kesepakatan ini, kami berharap pengelolaan air bersih ke depan bisa berjalan lancar sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.

Masyarakat kini menanti realisasi janji tersebut. Pasalnya, akses air bersih bukan sekadar program, melainkan kebutuhan mendasar yang tak boleh terus tertunda.

( Irwanto )

Pos terkait