BAKAR BAN : Aliansi Pemuda & Mahasiswa Protes Jalan Berlubang dan Kebijakan “Kadis Impor”tidak tepati Janji

BAKAR BAN : Aliansi Pemuda & Mahasiswa Protes Jalan Berlubang dan Kebijakan “Kadis Impor”tidak tepati Janji.

‎Binjai – tribuntipkor.com |

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai bergerak untuk turun ke jalan.Gelombang kemarahan menyelimuti jalanan Kota Binjai hari ini. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Kamis (2/4).

‎Misi ini suatu bentuk panggilan hati untuk memprotes kondisi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan serta kebijakan penunjukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) yang didatangkan dari luar daerah.

Asap Hitam dan Simbol Perlawanan

‎Aksi yang berlangsung di titik sentral kota ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi menjadi simbol kegeraman masyarakat terhadap lambatnya respons pemerintah kota dalam menangani jalanan yang rusak parah dan menyerupai “kubangan kerbau”.

‎Sebagai Koordinator Aksi, Oza Hasibuan, dalam orasinya menegaskan bahwa ” masyarakat Binjai sudah lelah dengan janji-janji manis yang tidak kunjung terealisasi. Lihat dan turun ke”Jalanan kita yang hancur, banyak nyawa pengendara terancam setiap hari, sementara pejabat yang berwenang seolah menutup mata. Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar rotasi jabatan yang tidak berdampak,” ujar Oza di tengah kerumunan massa.

Kritik Keras terhadap “Kadis Impor”

‎Salah satu poin krusial dalam tuntutan ini adalah penolakan terhadap sosok Kadis PU yang dianggap sebagai “orang luar” atau pejabat impor. Aliansi menilai bahwa kebijakan ini mencederai potensi putra daerah yang lebih memahami kondisi geografis dan sosiologis Kota Binjai.

‎”Mengapa harus impor dari luar daerah? Apakah di Binjai sudah tidak ada lagi putra terbaik yang mampu mengurus jalan? Akibatnya, pejabat tersebut tidak memiliki ikatan emosional dengan kota ini dan bekerja tanpa rasa memiliki,” tambah Oza dengan nada tegas.

Ancaman “Hutan Pisang” di Tengah Kota

‎Sebagai bentuk protes lanjutan yang lebih ekstrem, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai mengancam akan melakukan aksi simbolis yang unik namun menohok. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan, mereka berkomitmen untuk menanam 1.000 bibit pohon pisang di sepanjang jalanan yang berlubang.
‎”Jika jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan mengubahnya menjadi kebun pisang. Setidaknya, pohon pisang lebih berguna bagi warga daripada lubang yang hanya mengundang maut,” tegas Oza.

Pernyataan Sikap Aliansi:
‎-Mendesak Pemerintah Kota Binjai untuk segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan permanen.
‎-Mengevaluasi Kinerja Kadis PU yang dianggap gagal dan tidak memahami prioritas pembangunan daerah.
‎-Menuntut Transparansi Anggaran pemeliharaan jalan yang selama ini dinilai tidak jelas peruntukannya.

‎Aksi berakhir dengan tertib meskipun pengawalan dari pihak kepolisian tetap ketat. Massa berjanji akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan oleh pemangku kebijakan. COPOT KADIS PUTR BINJAI, ( Bang R ) .

‎Sumber rilis : Oza Hasibuan.

Pos terkait