Gabah Terserap, Petani Terjaga: Sinergi TNI–Bulog di Desa Mekarjaya Jadi Penopang Stabilitas Pangan

Kuningan|Tribun Tipikor.com

Komitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan petani kembali ditegaskan melalui kegiatan serap gabah di Kabupaten Kuningan. Pada Kamis, 26 Maret 2026, pendampingan penyerapan gabah berlangsung di Dusun Cimuda, RT 004/RW 004, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang.

Kegiatan ini melibatkan Sertu Dadi Haryadi, Babinsa Desa Mekarjaya dari Koramil 1509/Ciawigebang, yang secara langsung mendampingi proses penyerapan gabah milik petani oleh Perum Bulog. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP).

Dalam kegiatan tersebut, gabah milik Ibu Casmi berhasil diserap sebanyak 1.877 kilogram. Hasil panen berasal dari varietas unggulan Mawar dan Inpari 49, yang dikenal adaptif serta produktif di wilayah setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ade Pirdaus selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mekarjaya, Jamal sebagai perwakilan Bulog, serta Ade Andriana selaku Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Mekarjaya.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa mencerminkan peran aktif TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor antara aparat teritorial, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan Bulog.

Melalui langkah ini, pemerintah memastikan petani tidak hanya memperoleh kepastian pasar, tetapi juga harga jual yang layak. Di tengah dinamika harga komoditas, program serap gabah menjadi instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas pasokan beras nasional.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara dalam sektor pertanian tidak berhenti pada produksi, melainkan juga menjamin distribusi dan perlindungan nilai ekonomi hasil panen petani.

| andri hdw |

Pos terkait