Transformasi Layanan Kesehatan Kuningan Dimulai, Penataan Struktur hingga SDM Jadi Prioritas

Kuningan|[Tribun Tipikor.com

Momentum pergantian kepemimpinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menjadi titik awal pembenahan menyeluruh dalam sistem pelayanan kesehatan daerah. Upaya tersebut diarahkan pada penguatan kelembagaan, pemerataan sumber daya manusia, serta optimalisasi pengelolaan anggaran.

Dalam sebuah forum diskusi publik, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa perubahan regulasi yang terjadi saat ini menuntut penyesuaian struktur organisasi, termasuk penempatan rumah sakit sebagai Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) yang berada dalam pembinaan langsung dinas.

Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang untuk memperkuat koordinasi dan integrasi layanan kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.

Selain aspek struktural, perhatian juga diarahkan pada penataan sumber daya manusia. Dengan jumlah 37 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah, distribusi tenaga kesehatan dinilai masih memerlukan penyesuaian agar lebih proporsional dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Melalui pendekatan analisis jabatan, penempatan tenaga kesehatan diharapkan menjadi lebih tepat guna, sehingga kualitas pelayanan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Tak kalah penting, pengelolaan anggaran juga menjadi fokus pembenahan. Dengan kewenangan yang kini terpusat, diharapkan perencanaan dan realisasi anggaran dapat berjalan lebih efektif, transparan, serta berdampak langsung terhadap peningkatan layanan.

Langkah-langkah ini mencerminkan arah baru pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Kuningan, yang tidak hanya menekankan pada aspek administratif, tetapi juga pada kualitas layanan yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

| andri hdw |

Pos terkait