Forum AWO Indonesia Gelar Seminar Interaktif dan Talkshow tentang Peran Media Sosial untuk Promosi dan Kesejahteraan Hewan

Forum AWO Indonesia Gelar Seminar Interaktif dan Talkshow tentang Peran Media Sosial untuk Promosi dan Kesejahteraan Hewan


Bandung – Forum AWO Indonesia bekerja sama dengan GAPUSPINDO serta dukungan dari Meat and Livestock Australia (MLA) dan LiveCorp akan menyelenggarakan Seminar Interaktif dan Talkshow bertajuk “Sosial Media sebagai Instrumen Promosi dan Penguatan Kesejahteraan Hewan untuk Keberlanjutan Industri.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Hotel Cemerlang, Bandung mulai pukul 12.00 WIB.
Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelaku industri peternakan, praktisi, serta masyarakat umum mengenai pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap animal welfare demi keberlanjutan industri peternakan dan pangan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, di antaranya Mr. Pribadie Nugraha, S.Pt., M.P. dari Livestock Export Program (LEP) Meat and Livestock Australia yang akan membahas tentang Halal Slaughtering Techniques, serta drh. Tri Umardhani dari LEP Meat and Livestock Australia yang akan memaparkan materi terkait ESCAS dan Animal Welfare.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Iqbal Bandar Daging Jakarta, seorang content creator sekaligus praktisi di bidang daging dan peternakan sebagai panelis yang akan berbagi pengalaman mengenai strategi pemanfaatan media sosial dalam mempromosikan produk dan edukasi industri daging kepada masyarakat.
Diskusi akan dipandu oleh Ir. Yudhistira, S.Pt., IPM., ASEAN Eng dari Forum AWO Indonesia sebagai moderator, serta turut menghadirkan drh. Neny Santy Jelita L dari Forum AWO Indonesia sebagai panelis.
Selain sesi seminar dan diskusi interaktif, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan buka puasa bersama (Bukber) sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pelaku industri, akademisi, serta komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan hewan dan keberlanjutan industri peternakan.
Panitia menyediakan 70 kursi peserta onsite dan kegiatan ini tidak dipungut biaya (gratis). Peserta yang mengikuti kegiatan juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti e-certificate, merchandise eksklusif, buka puasa bersama, networking profesional, serta konsultasi pasca pelatihan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kolaborasi berbagai pihak dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat implementasi animal welfare dalam industri peternakan di Indonesia.

Pers : Mehanur Revin

Pos terkait