Korwasis Madina Soroti Lambatnya Penanganan Tanggul Aek Muara Sada yang Jebol,830 Hektar Sawah Terancam Puso

​MADINA, 28 Februari 2026 – Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Koordinator Wartawan Eksis (Korwasis) Mandailing Natal secara resmi menyatakan sikap keprihatinan mendalam atas bencana jebolnya tanggul Aek Muara Sada di wilayah Simangambat.

Insiden ini kini menjadi viral setelah laporan lapangan menunjukkan dampak ekonomi yang masif bagi masyarakat agraris setempat.

​Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, luapan air akibat jebolnya tanggul tersebut telah merendam dan merusak sedikitnya 830 hektar lahan pertanian warga.

Angka ini memicu kekhawatiran serius akan terjadinya gagal panen (puso) massal yang mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di kawasan tersebut.

​Utama Sorotan Korwasis Madina:
​Dampak Ekonomi Luar Biasa, Kerusakan lahan seluas 830 hektar bukan sekadar angka statistik, melainkan hilangnya mata pencaharian ratusan kepala keluarga.
​Urgetnitas Perbaikan,

Korwasis mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui dinas terkait (PUPR dan Pertanian) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera melakukan tindakan darurat (tanggap darurat) guna menutup tanggul yang jebol.

“Menyoroti perlunya audit, terhadap pemeliharaan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa berulang di masa depan.
​”Kami tidak hanya melaporkan fakta, tapi kami mengawal jeritan petani. 830 hektar itu luas yang sangat signifikan. Jika tidak segera ditangani secara permanen, dampak sosialnya akan panjang,” ujar ketua Korwasis Madina Ringgo siregar dan para petinggi korwasis di damping tokoh masyarakat Ahmatmat, Pontas hasibuan di lokasi lahan pertanian di huraba kecamatan Siabu Sabtu 28/02/2026 dalam keterangan persnya hari ini.
​Kondisi di Lapangan
​Hingga saat ini, para petani di desa huraba dan Siabu dan bonandolok kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal

dilaporkan hanya bisa pasrah melihat tanaman padi mereka yang mulai membusuk terendam air. Upaya swadaya masyarakat telah dilakukan, namun keterbatasan alat berat membuat perbaikan tanggul tidak maksimal menghadapi debit air yang tinggi. Yang seharusnya alat Beko ampibi di kucurkan untuk pengerukan di Aek muara Sada Simangambat

​Korwasis Madina berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah pusat maupun daerah, demi memastikan para petani mendapatkan kompensasi atau bantuan bibit serta perbaikan infrastruktur yang layak.

Pos terkait