Lulusan PKBM As Syifaiyyah Lanjut ke Universitas, Rima Melati Tegaskan Pendidikan Kesetaraan Setara Formal

Kuningan|Tribun TIPIKOR.com

Keberhasilan warga belajar PKBM As Syifaiyyah menembus perguruan tinggi menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan mampu bersaing secara akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan As Syifaiyyah, Rima Melati, S.Pd.I., M.Pd., saat ditemui di sekretariat yayasan di Dusun Oleced, Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan.

Menurut Rima, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan yang menitikberatkan pada penguatan akademik, pembentukan karakter, serta pengembangan kompetensi sosial warga belajar.

Salah satu lulusan, Muhammad Yusuf Ikhsanu Hasan, diterima di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kuningan. Keberhasilan itu dinilai menjadi motivasi bagi peserta didik lain untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Ini membuktikan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peluang yang sama untuk mengantarkan peserta didik ke jenjang pendidikan tinggi. Tidak ada perbedaan dalam kualitas jika pembinaannya dilakukan secara serius dan konsisten,” ujar Rima.

Selama menempuh pendidikan di PKBM, Yusuf dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan nonakademik. Ia tercatat sebagai Juara I Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Kuningan, memiliki hafalan 30 juz Al-Qur’an, aktif mengajar tahfidz di pondok pesantren, serta dipercaya menjadi imam masjid.

Pembinaan Akademik dan Karakter

Rima menegaskan, sistem pendidikan di PKBM As Syifaiyyah tidak semata-mata berorientasi pada kelulusan, tetapi juga membangun kedisiplinan, kemandirian, dan integritas peserta didik.

Lembaga tersebut menerapkan pendampingan belajar intensif, penguatan literasi dan numerasi, serta pembinaan kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Sejumlah lulusan lainnya juga telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dan berkiprah di berbagai bidang.

Tantangan dan Stigma

Di balik capaian tersebut, Rima mengakui pendidikan kesetaraan masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga dukungan kebijakan yang belum optimal.

Selain itu, stigma bahwa pendidikan kesetaraan merupakan “pilihan kedua” masih kerap ditemui di masyarakat. Padahal, secara regulasi, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan yang setara dengan pendidikan formal.

“Kami berharap ada penguatan pembinaan dari pemerintah, baik dalam bentuk fasilitas maupun peningkatan kompetensi pendidik, agar kualitas layanan pendidikan kesetaraan semakin merata,” katanya.

Catatan Prestasi

Selain keberhasilan melanjutkan pendidikan tinggi, PKBM As Syifaiyyah juga menorehkan berbagai prestasi tingkat daerah, di antaranya juara pada ajang Porsenitas PKBM se-Kabupaten Kuningan, Lomba Cerdas Cermat dan Pidato Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan, hingga Musabaqah Hifdzil Qur’an tingkat SLTA/sederajat pada kegiatan LOKARIA 3 Gebyar HIMA PGPAUD UM Kuningan.

Rima menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pendidik, pengelola lembaga, dan dukungan masyarakat sekitar.
Ia menegaskan, PKBM sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi warga yang terkendala faktor ekonomi, sosial, maupun geografis.

“Pendidikan kesetaraan harus menjadi bagian integral sistem pendidikan nasional dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis PKBM dapat terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

| andri hdw |

Pos terkait