MADINA – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Resor Mandailing Natal (Madina) membawa harapan baru bagi penegakan hukum di Bumi Gordang Sambilan. AKBP Bagus Priandy resmi menjabat sebagai Kapolres Madina menggantikan AKBP Arie Sofandi Paloh dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto di Markas Polda Sumut, Kamis (8/1/2026).
AKBP Bagus Priandy bukan sosok asing dalam dunia penegakan hukum berisiko tinggi. Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2007 ini memiliki rekam jejak sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang dikenal keras dan konsisten dalam membongkar praktik korupsi kelas kakap.
Latar belakang tersebut memunculkan ekspektasi besar dari masyarakat Mandailing Natal, daerah yang selama ini kerap disorot terkait persoalan korupsi, tata kelola sumber daya alam, hingga maraknya aktivitas pertambangan ilegal. Praktik tambang tanpa izin tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung pada kerusakan lingkungan dan konflik sosial di tingkat akar rumput.
Kehadiran Kapolres dengan pengalaman pemberantasan korupsi dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan dan tanpa pandang bulu. Publik berharap pendekatan hukum yang tegas, profesional, dan transparan dapat diterapkan, khususnya terhadap kejahatan terorganisir yang selama ini dinilai sulit disentuh.
Sementara itu, AKBP Arie Sofandi Paloh yang sebelumnya menjabat Kapolres Madina mendapat amanah baru sebagai Wakil Direktur Binmas Polda Sumatera Utara. Selama masa kepemimpinannya, Arie Paloh dikenal aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan pendekatan kamtibmas di wilayah Madina.
Usai prosesi Sertijab di Polda Sumatera Utara, rangkaian kegiatan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Mandailing Natal, termasuk agenda pisah sambut. Momentum ini dinilai menjadi awal penting bagi arah baru penegakan hukum di Madina, terutama dalam menjawab tuntutan publik terhadap pemberantasan korupsi dan penindakan tambang ilegal yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar daerah.





