Pembangunan Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang Siap Beroperasi dalam Waktu Dekat.

Tangerang – Tribuntipikor

​Proyek pembangunan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Desa Rajeg yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan progres yang signifikan. Hingga minggu ini, pengerjaan fisik bangunan dilaporkan telah mencapai 80%, menandakan fasilitas ini akan segera siap melayani ribuan anak sekolah dan masyarakat sekitar.

​Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa struktur utama bangunan telah berdiri tegak, dan saat ini pengerjaan sedang difokuskan pada tahap penyelesaian interior (finishing), instalasi peralatan dapur modern, serta sistem sanitasi yang menjadi standar utama BGN.

​Menuju Tahap Operasional
​Dengan progres yang sudah menyentuh angka 80%, langkah selanjutnya adalah pemasangan perangkat teknologi pangan dan uji coba alur distribusi.

SPPG Desa Rajeg dirancang untuk menjadi ujung tombak distribusi program Makan Bergizi Gratis, memastikan makanan sampai ke tangan penerima dalam kondisi segar dan hangat.

​Berikut adalah poin perkembangan terkini di lapangan:
​Infrastruktur Utama: Ruang produksi, area penyimpanan bahan baku, dan ruang administrasi sudah hampir rampung.
​Standarisasi Higienis: Pemasangan keramik dinding dan lantai khusus dapur standar industri sedang berjalan.
​Aksesibilitas: Area parkir dan akses keluar-masuk kendaraan distribusi mulai dirapikan untuk menjamin kelancaran logistik.

​Meski belum beroperasi, keberadaan SPPG ini sudah memberikan dampak positif bagi warga Desa Rajeg.
​”Saat ini fisik sudah 80%. Dan secepatnya menyelesaikan sisa pembangunan,” ujar salah satu pekerja lapangan proyek tersebut. (10/01/2026).

​Target Peresmian
​Jika cuaca dan kondisi di lapangan terus mendukung, pembangunan diprediksi rampung 100% dalam waktu kurang dari satu bulan. Setelah itu, akan dilakukan fase simulasi masak dan distribusi sebelum nantinya diresmikan secara formal oleh otoritas terkait.
​Warga Desa Rajeg berharap kehadiran SPPG ini tidak hanya meningkatkan status gizi anak-anak, tetapi juga membawa perubahan taraf hidup melalui penyerapan tenaga kerja yang maksimal.”Heru

Pos terkait