Tanggul Way Pisang Jebol 3 Kali Setahun, Petani Palas Kecewa Penanganan BBWS Way Sekampung Terkesan Asal-Asalan

Lampung Selatan tribuntipikor.com

Tanggul penangkis luapan air Way Pisang didesa Palas aji kecamatan palas kabupaten Lampung Selatan kembali jebol untuk ketiga kalinya dalam satu tahun terakhir. Ironisnya, perbaikan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung beberapa waktu lalu dinilai hanya bersifat formalitas dan tidak permanen. Kamis, 08/01/2026

Kecamatan palas, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Lampung Selatan, kini terancam gagal panen. Ratusan hektar sawah terendam luapan air sungai akibat tanggul yang tidak mampu menahan debit air.

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh tokoh masyarakat’ Zulkifli, Menurutnya, perbaikan yang dilakukan BBWS Way Sekampung pada April 2025 lalu hanya menggunakan tumpukan karung berisi tanah cadas. Akibatnya, konstruksi tersebut hancur hanya dalam hitungan bulan saat debit air Way Pisang meningkat.

​”Pemerintah ngebangunnya itu asal-asalan saja, gak permanen. Seolah-olah ini dijadikan bahan proyek supaya setiap saat diperbaiki terus. Kalau begini, petani yang dirugikan ratusan hektar,” ungkapnya kepada media.

​Ia juga menekankan bahwa seharusnya instansi terkait memiliki perhitungan teknis yang matang mengenai kekuatan tanggul. “Jangan sampai cuma karung lagi yang diisi cadas. Kami minta dibangun yang permanen agar petani tidak selalu was-was setiap kali hujan turun.”

Masyarakat Palas kini menaruh harapan besar pada fungsi pengawasan anggota legislatif. Nama-nama seperti Ibu Yuti (Komisi 3 DPRD Kabupaten Lampung Selatan) serta Bapak Aribun Sayunis (DPRD Provinsi Lampung) disebut-sebut agar segera turun tangan.

​”Kami mohon kepada Bapak dan Ibu dewan yang ada di kabupaten maupun provinsi, bahkan DPR RI, untuk lebih serius mengawasi. Pastikan perbaikan selanjutnya dilakukan secara permanen, bukan sekadar penanganan darurat yang membuang-buang anggaran,” tegas tokoh masyarakat tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak pemerintah dan BBWS Way Sekampung. Jika tidak segera ditangani secara permanen, kerugian ekonomi yang lebih besar dipastikan akan menghantam ribuan petani setiap musim tanam di wilayah Palas yang bergantung sepenuhnya pada sektor pertanian padi. (Wal)

Pos terkait