Sejarah finance di Indonesia berawal dari masa kolonial dengan De Bank van Leening (1746) sebagai cikal bakal perbankan

Historis

Bekasi, Tribuntipikor Online _

Sejarah finance di Indonesia berawal dari masa kolonial dengan De Bank van Leening (1746) sebagai cikal bakal perbankan, kemudian merdeka dengan lahirnya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) tahun 1946 sebagai simbol kedaulatan. Perkembangan signifikan terjadi setelah era Orde Baru, dengan lahirnya lembaga pembiayaan (leasing) di awal 1970-an dan deregulasi ekonomi tahun 1988 yang memperluas jenis usaha pembiayaan, serta reformasi manajemen keuangan negara (UU Keuangan Negara 2003). Era digital membawa fintech yang dimulai sekitar 2006, mempercepat akses layanan keuangan dengan teknologi.
Tahapan Sejarah Keuangan di Indonesia:
Masa Kolonial (Sebelum Kemerdekaan)
VOC (1746): Berdiri De Bank van Leening untuk memfasilitasi perdagangan VOC, meskipun tidak bertahan lama.
Masa Kemerdekaan & Orde Lama
ORI (1946): Lahirnya Oeang Repoeblik Indonesia sebagai mata uang pertama dan simbol kemandirian ekonomi.
Perbankan Nasional: Dekrit 1945 mengakhiri kekuasaan Jepang dalam keuangan negara.
Era Demokrasi Terpimpin: Konsep “Bank Berdjoang” dengan penyatuan bank negara menjadi BNI, yang mengubah struktur Bank Indonesia menjadi BNI Unit I.
Masa Orde Baru
Lembaga Pembiayaan: Industri leasing (sewa guna usaha) mulai diperkenalkan sekitar tahun 1973-1974.
Paket Kebijakan Desember 1988: Deregulasi memperkenalkan lembaga pembiayaan dengan aktivitas lebih luas (leasing, anjak piutang, dll.).
Perkembangan Pasar Modal & Perbankan: Munculnya perusahaan pembiayaan publik (Tbk) dan pertumbuhan infrastruktur keuangan.
Pasca-Orde Baru & Era Digital
Reformasi Keuangan Negara (2003): Penerbitan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara menjadi landasan modernisasi pengelolaan keuangan negara.
Fintech: Dimulai sekitar tahun 2006, berkembang pesat pasca krisis 2008 sebagai alternatif perbankan tradisional, mencakup pembayaran digital, pinjaman online, dll..
Perkembangan Keuangan Mikro: Lembaga keuangan mikro terus berkembang untuk melayani masyarakat pedesaan dan UMKM, memperkuat financial inclusion.
Secara umum, sejarah finance di Indonesia mencerminkan transisi dari sistem tradisional kolonial menuju kemandirian ekonomi, modernisasi kelembagaan, dan adopsi teknologi yang semakin pesat di era digital. (Redaksi)

Pos terkait