Konsolidasi Ormas Gerakan Rakyat NTB: Siapkan Transformasi Menuju Partai Politik

Sumbawa Besar NTB
tribun Tipikor.Com —

Ormas Gerakan Rakyat (GR) menegaskan komitmennya untuk mendorong perubahan bangsa melalui jalur politik. Dalam konsolidasi internal yang digelar di Kab Sumbawa, para pengurus menyatakan bahwa perjuangan sosial dan umat akan sulit diwujudkan tanpa akses kekuasaan politik yang sah.

Ketua Gerakan Rakyat NTB menilai, selama masih berstatus ormas, ruang gerak perjuangan sangat terbatas. Bahkan untuk urusan mendasar seperti fasilitas organisasi, perhatian pemerintah daerah dinilai nyaris tidak ada dari tahun ke tahun.

“Kalau kita tidak punya akses politik, sangat sulit memperjuangkan kepentingan masyarakat. Bangunan yang kita tempati hari ini saja berdiri atas swadaya, bukan perhatian negara,” tegasnya.

Ia menegaskan, Gerakan Rakyat lahir dari kesadaran kolektif pasca-Pilpres, ketika para relawan Anies Baswedan berkumpul di Jakarta pada 24 November dan bersepakat bahwa perjuangan politik tidak boleh berhenti meski kalah dalam kontestasi nasional.

Dari forum itulah Ormas Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan. Model perjuangannya disebut meniru pola NasDem dan Perindo—bermula dari ormas, lalu bertransformasi menjadi partai politik.

“Target pusat jelas. Januari ini Gerakan Rakyat harus sudah menjadi partai dan terdaftar di Kemenkumham,” ujarnya

Untuk memenuhi syarat administratif, Gerakan Rakyat menargetkan pembentukan kepengurusan minimal di 8 dari 10 kabupaten/kota di NTB sebelum 18 Januari. Struktur awal dibuat ramping sesuai ketentuan hukum:
Tingkat kabupaten/kota: minimal 5–7 orang,
Tingkat kecamatan: minimal 3 orang,
Wajib ada keterwakilan perempuan.

Langkah ini disebut hanya untuk memenuhi syarat legalitas awal. Setelah lolos pendaftaran dan verifikasi faktual Kemenkumham—yang dijadwalkan Januari hingga pertengahan Februari—struktur partai akan dilengkapi secara menyeluruh hingga ke badan-badan organisasi.

Menariknya, sejumlah tokoh besar mulai menunjukkan minat bergabung, termasuk pengacara ternama di Mataram dan mantan kepala daerah. Namun, pimpinan GR menegaskan rekrutmen tetap selektif dan tidak tergesa-gesa.

“Perjuangan besar tidak pernah dimulai dari orang banyak. Ia lahir dari ide kecil yang konsisten,” pungkasnya.
Gerakan Rakyat optimistis, jika resmi menjadi partai politik, perhatian terhadap isu-isu strategis daerah—khususnya di Lombok Timur dan NTB secara umum—akan jauh lebih terarah dan memiliki daya dorong nyata melalui jalur legislatif dan pemerintahan.

( Irwanto )

Pos terkait