Majalengka, Tribun Tipikor
Situ Cipanten terus menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi wisata desa yang patut diperhitungkan. Berawal dari wisata lokal yang dikelola masyarakat, danau alami di Kabupaten Majalengka ini kini berhasil menembus jajaran 10 besar destinasi wisata Jawa Barat. Capaian tersebut menegaskan bahwa popularitas Situ Cipanten bukan sekadar efek viral di media sosial, melainkan hasil dari pengelolaan yang konsisten dan terencana.
Sepanjang tahun 2025, Situ Cipanten mencatatkan kunjungan sebanyak 165 ribu wisatawan. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 131 ribu pengunjung. Konsistensi ini mengantarkan Situ Cipanten menjadi destinasi wisata nomor satu di Kabupaten Majalengka selama beberapa tahun terakhir.
Direktur BUMDes Karya Mekar sekaligus pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur desa. Mulai dari pemerintah desa, pengelola, hingga masyarakat sekitar terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata.
Menurut Yosep, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong popularitas Situ Cipanten. Platform seperti Instagram, TikTok dan YouTube dimaksimalkan sebagai sarana promosi, didukung penataan kawasan yang ramah konten serta kolaborasi dengan konten kreator. Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam peningkatan akses jalan menuju lokasi wisata turut memberikan dampak positif terhadap kenyamanan pengunjung.
Memasuki tahun 2026, pengelola Situ Cipanten menargetkan jumlah kunjungan mencapai 200 ribu wisatawan. Sejumlah inovasi telah disiapkan, di antaranya peluncuran wahana perahu transparan yang dilengkapi layanan dokumentasi foto dan video menggunakan drone serta pengembangan area camping ground bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana danau lebih lama.
Lonjakan pengunjung pada masa libur panjang telah diantisipasi dengan sistem pengelolaan yang matang. Pada momen libur Tahun Baru, jumlah wisatawan dapat mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari, sementara saat libur Lebaran angkanya bisa menembus 5.000 pengunjung. Pengelola mengklaim telah menyiapkan pengaturan parkir, alur pengunjung dan pengamanan kawasan secara optimal.
Keberhasilan Situ Cipanten menjadi bukti bahwa wisata berbasis desa mampu berkembang dan bersaing di tingkat provinsi. Dengan pengelolaan yang profesional dan kolaboratif, Situ Cipanten tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Majalengka, tetapi juga contoh pengembangan pariwisata desa yang berdaya saing.
(Wartawan : Endi Suhendi)





