Bekasi, Tribuntipikor Online _
Opini Harta,tahta,wanita hanya Pituah yang menjamur yang berkembang di kalangan masyarakat.
“Harta, Tahta, Wanita” adalah ungkapan populer yang melambangkan tiga godaan utama duniawi yang seringkali menjerumuskan kaum pria, yaitu kekayaan (harta), kekuasaan (tahta), dan lawan jenis (wanita), yang dalam konteks negatif bisa berujung pada keserakahan, perebutan jabatan tidak sehat, dan perselingkuhan, meskipun dalam perspektif agama ketiganya adalah ujian yang bisa dikelola dengan iman, qanaah, dan penggunaan yang benar sesuai kebutuhan.
Makna dan Konteks
Harta: Melambangkan kekayaan dan materi, yang bisa menjadi godaan untuk tamak, iri, atau mengambil jalan haram.
Tahta: Melambangkan kedudukan, kekuasaan, atau jabatan, yang bisa mendorong seseorang pada perebutan kekuasaan secara tidak sehat atau menjadi budak hawa nafsu.
Wanita: Melambangkan godaan fisik dan nafsu, yang sering dianggap fitnah paling besar bagi pria, mendorong pada perselingkuhan atau ketidaksetiaan.
Perspektif Berbeda
Secara Sosial: Ungkapan ini sering dimaknai sebagai tolok ukur kesuksesan pria, di mana memiliki ketiganya dianggap puncak kejayaan, namun seringkali dengan konotasi negatif karena cara mendapatkannya (korupsi, perebutan jabatan, perselingkuhan).
Secara Agama (Islam): Ketiganya adalah fitnah atau ujian dari Allah SWT. Islam mengajarkan untuk bersyukur, merasa cukup (qanaah), dan menggunakan semuanya sesuai kebutuhan dan ketaqwaan, bukan sebaliknya (menjadi budak nafsu). Wanita justru dimuliakan sebagai tiang negara jika baik.
Tren Modern: Di media sosial, ungkapan ini terkadang dimodifikasi (misal: “Harta, Tahta, Nilai A” di kalangan mahasiswa) atau dijadikan konten hiburan (sinetron “Harta Tahta Wanita”) yang menggambarkan drama rumah tangga akibat godaan ini.
Cara Menyikapi (Menurut Islam)
Qanaah: Merasa cukup dengan apa yang dimiliki.
Keseimbangan: Menggunakan harta untuk kebutuhan, bukan berlebihan; mengejar jabatan dengan cara benar; dan menjaga kesetiaan pada pasangan.
Iman & Taqwa: Menjadikan iman sebagai landasan agar tidak terjerumus dalam godaan duniawi. (Redaksi)
Opini Harta,Tahta,Wanita (HTW) Hanya Pituah Yang Menjamur Dan Berkembang di Kalangan Masyarakat





