Suasana Duka Menyelimuti Keraton Kasepuhan Cirebon,Ibunda Suri Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih Berpulang di Bulan Mulia

Cirebon| Tribun TIPIKOR.com

Suasana duka yang amat mendalam menyelimuti keluarga besar Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon atas berpulangnya Ibunda Suri Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., yakni Kanjeng Gusti Ibu Suri Raden Ayu Tuty Rutiana Arianatareja, pada Minggu, 21 Desember 2025, pukul 14.30 WIB.

Kepergian Almarhumah meninggalkan luka yang sangat dalam bagi Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, keluarga besar keraton, serta seluruh handai tolan yang mengenal beliau sebagai sosok ibu yang lembut, penuh cinta, dan sarat keteladanan.

Ibunda Suri merupakan “malaikat kehidupan” bagi Kanjeng Gusti Sultan Sepuh. Sepanjang hidupnya, Almarhumah menorehkan begitu banyak kenangan manis bagi suami, anak-anak, dan cucu-cucunya. Sosoknya adalah sumber keteduhan, kekuatan batin, dan kasih sayang tanpa batas.

Kepergian beliau terasa begitu mengagetkan. Sekitar sepuluh menit sebelum detik-detik terakhir, kondisi Ibunda Suri masih terlihat baik, sehat, dan normal seperti hari-hari sebelumnya. Meski telah 18 tahun berjuang melawan sakit stroke, Almarhumah tetap menjalani keseharian dengan penuh keceriaan, kesabaran, dan senyum yang menenangkan. Nasihat, wejangan, serta doa-doa tulus senantiasa beliau limpahkan kepada anak-anak dan cucu-cucunya.

Bagi Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, Almarhumah bukan sekadar seorang ibu, melainkan matahari kehidupan. Beliau adalah sosok yang tak pernah lelah memberikan semangat dan doa restu dalam perjuangan meluruskan sejarah peteng Kesultanan Cirebon serta mengembalikan marwah leluhur Kanjeng Sunan Gunung Jati di Tanah Cirebon. Restu Ibunda Suri menjadi kekuatan spiritual yang mengiringi setiap langkah perjuangan Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih.

Almarhumah berpulang pada hari yang sangat baik dan penuh makna, yakni 1 Rajab 1447 Hijriah, bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kepulangan beliau di bulan Rajab diyakini sebagai pertanda kemuliaan dan rahmat dari Allah SWT.

Jenazah Almarhumah dimakamkan pada Senin, 22 Desember 2025, yang bertepatan dengan Hari Ibu, sebuah momentum simbolik yang kian menegaskan kemuliaan peran dan kasih seorang ibu. Almarhumah dikebumikan di areal makam keluarga besar Pangeran Arya Natareja, tepatnya di Astana Muncul Ageng Arya Natareja, Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Ucapan duka cita dan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Mulai dari keluarga besar Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, para Raja dan Sultan Nusantara, kerabat, pejabat negara, tokoh nasional, masyarakat adat, komunitas lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga para habaib dan ulama nasional. Bahkan, ucapan duka juga datang dari berbagai pihak mancanegara, sebagai bentuk penghormatan atas kepergian sosok ibu yang penuh keteladanan dan kasih sayang.

Data Almarhumah
Nama:

KG. RAY. Hj. Tuty Rutiana Arianatareja bin Rd. Ero Suhara Arianatareja
(Ibunda Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih)

Lahir:
Minggu, 27 Juli 1952
( 5 Dzulqaidah 1371 H )

Wafat:
Minggu, 21 Desember 2025
( 1 Rajab 1447 H )
Pukul: 14.30 WIB

Dimakamkan:
Senin, 22 Desember 2025 (Hari Ibu)
Astana Muncul Ageng Arya Natareja
Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang
Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almarhumah, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga Kanjeng Gusti Sultan Sepuh beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.

| andri hdw |

Pos terkait