KAPOLSEK NGABANG IPTU RINTO,S.Sos.S.H,. RESMI TUTUP TURNAMEN PAL 20 CUP IV TAHUN 2026: LAHIR DARI SWADAYA RAKYAT, HADIRKAN HADIAH RP 95 JUTA DAN SATUKAN RIBUAN HATI.

LANDAK, KALBAR – TRIBUNTIPIKOR.COM

Gemuruh sorak-sorai suporter, perjuangan para pemain di lapangan Ladangan berakhir, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi saksi berakhirnya PAL 20 Cup IV Tahun 2026. Turnamen sepak bola yang berlangsung di Lapangan Ladangan tersebut resmi ditutup oleh Kapolsek Ngabang, Iptu Rinto, S.Sos., S.H. Sabtu 17 Oktober 2026 dengan meninggalkan pesan mendalam tentang sportivitas, keamanan, persaudaraan, dan kekuatan kebersamaan.

Turnamen ini bukan sekadar ajang memperebutkan trofi dan hadiah uang puluhan juta rupiah. Lebih dari itu, PAL 20 Cup IV menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mampu menyelenggarakan kegiatan besar melalui swadaya, kerja keras, dan semangat gotong royong, bahkan tanpa dukungan sponsor.

Dengan total hadiah yang disebut mencapai Rp 95 juta dan kehadiran sekitar 5.000 penonton, PAL 20 Cup IV Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Pal 20 dan Ladangan untuk mempererat persatuan melalui olahraga.

Dalam sambutannya saat menutup turnamen, Kapolsek Ngabang, Iptu Rinto, menyampaikan ucapan selamat kepada tim-tim yang berhasil meraih juara. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan berpartisipasi selama kompetisi berlangsung.

“Selamat kepada tim yang berhasil meraih juara, dan tetap semangat juga kepada tim yang belum mendapatkan juara. Bagi saya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam sebuah turnamen. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, dan mempererat tali persaudaraan melalui olahraga,” ujar Iptu Rinto.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada panitia, masyarakat, para pemain, suporter, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan PAL 20 Cup IV sejak awal pelaksanaan hingga berakhir dengan aman dan lancar.

Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari meriahnya pertandingan atau besarnya hadiah yang diperebutkan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama kita semua dalam menyukseskan turnamen PAL 20 Cup IV ini, mulai dari awal hingga berakhir hari ini dengan aman. Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan seluruh pihak. Saya berharap kebersamaan seperti ini terus dipertahankan, keamanan tetap dijaga, dan semangat sportivitas selalu dikedepankan,” ungkapnya.

Kapolsek Ngabang juga berharap turnamen serupa dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang sebagai wadah pembinaan bakat generasi muda, memperkuat persatuan masyarakat, serta mengisi momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan yang positif.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan dukungan terhadap tim jangan sampai menjadi alasan terjadinya perselisihan.

“Jadikan turnamen ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan. Jangan sampai perbedaan tim yang didukung menimbulkan perpecahan. Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan bersama. Semoga PAL 20 Cup berikutnya dapat kembali terlaksana dengan lebih baik,” tutupnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pertandingan boleh berakhir, kemenangan boleh dirayakan, dan kekalahan harus diterima dengan lapang dada. Namun, persaudaraan harus tetap dijaga.

Kegiatan penutupan PAL 20 Cup IV Tahun 2026 turut dihadiri unsur Koramil Ngabang, perwakilan Danyon Ahmed ngabang,perwakilan Camat Ngabang, perwakilan Kepala Desa Amboyo Selatan, serta Temanggung Ladangan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan lintas unsur, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Lapangan sepak bola bukan hanya tempat para pemain mengadu kemampuan. Di tempat yang sama, masyarakat dapat membangun hubungan sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan serta kampung halaman.

Ketua Panitia TURNAMEN PAL 20 CUP IV Tahun 2026, Sudarmo, menyampaikan bahwa biaya penyelenggaraan turnamen bersumber dari swadaya masyarakat Pal 20. Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat dan kerja keras seluruh panitia, tanpa dukungan sponsor.

Di tengah berbagai kegiatan yang membutuhkan biaya besar, masyarakat Pal 20 menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Melalui kontribusi, tenaga, waktu, dan kebersamaan, mereka mampu menghadirkan turnamen yang meriah dengan hadiah yang disebut mencapai Rp 95 juta dan piala bergilir.

Di balik angka tersebut, terdapat kerja keras panitia yang harus mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, dukungan masyarakat yang ingin melihat kampungnya berkembang, serta semangat para pemain yang berjuang membawa nama tim masing-masing.

“Kegiatan turnamen pal 20 Cup lV dalam rangka memperingati HUT RI Ke-81 tahun 2026 total hadiah Rp 95 juta ini murni pendanaan swadaya masyarakat ladangan pal 20 dan tidak ada sponsor yang menopang pendanaan kegiatan ini, tetapi kegiatan tetap berjalan. Tidak mudah mengumpulkan sumber daya untuk menyelenggarakan turnamen berskala besar, terlebih dengan ribuan penonton dan hadiah yang tidak sedikit,”ujar Sudarmo

Sudarmo juga menyiapkan piala bergilir agar turnamen pal 20 cup V tetap di selenggarakan pada pada tahun depan.

“Agar kegiatan turnamen pal 20 Cup terus berjalan kita menyiapkan piala bergilir, untuk tahun ini di pegang oleh Tim tandan berduri, jadi kita berharap dijaga dengan baik sampai kegiatan pal 20 Cup di selenggarakan kembali tahun depan”tambah Sudarmo.

Karena itu, dedikasi Sudarmo bersama seluruh panitia dan masyarakat patut mendapatkan apresiasi.

Mereka telah menunjukkan bahwa kekuatan sebuah kampung tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh kepercayaan, kekompakan, dan kemauan warganya untuk bekerja bersama.

Inilah gotong royong dalam wujud nyata: masyarakat bukan sekadar menjadi penonton, melainkan turut menjadi bagian dari perjuangan menyukseskan kegiatan yang membawa kebanggaan bagi kampung mereka.

Setelah melewati persaingan antar tim, Tandan Berduri berhasil meraih posisi juara pertama PAL 20 Cup IV Tahun 2026. Keberhasilan tersebut menjadi buah perjuangan para pemain yang telah menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi.

Berikut hasil akhir turnamen beserta hadiah bagi para juara:

  1. Juara I: Tandan Berduri — Rp 30 juta, trofi, sertifikat, dan piagam + Piala bergilir.
  2. Juara II: MPU 743 — Rp 22 juta, trofi, sertifikat, dan piagam.
  3. Juara III: MJA, X, PKJ — Rp 15 juta, trofi, sertifikat, dan piagam.
  4. Juara IV: NEKRITA X.BR — Rp 10 juta, trofi, sertifikat, dan piagam.

Bagi para pemain, kemenangan tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, setiap tim yang ikut bertanding juga telah menjadi bagian penting dari perjalanan turnamen ini.

Ada keringat yang tercurah, tenaga yang terkuras, strategi yang dijalankan, serta harapan yang diperjuangkan di lapangan. Semua itu menjadi bagian dari cerita PAL 20 Cup IV yang akan dikenang para pemain, panitia, dan pendukungnya.

Selain memberikan penghargaan kepada para juara, panitia juga memberikan apresiasi kepada tim dan individu yang dinilai memiliki prestasi khusus selama turnamen berlangsung.

Berikut daftar Riwod penghargaan PAL 20 Cup IV Tahun 2026:

  • Tim Terbaik: MPU 743 — Rp2,5 juta dan piagam.
  • Top Skor: Ayai Tim dari Tandan Berduri — Rp500 ribu dan piagam.
  • Pemain Terbaik: Moses — Rp500 ribu dan piagam.
  • Gol Terbaik: Hanapi dari Gempa FC — Rp500 ribu dan piagam.
  • Kiper Terbaik: Yogi dari Tandan Berduri — Rp500 ribu dan piagam.
  • Pelatih Teladan: Heri, manajer MPU 743 — Rp250 ribu dan piagam.
  • Tim Medis Teladan: Titi dari Uma FC — Rp250 ribu dan piagam.
  • Suporter Terheboh: NEKRITA FC — Rp500 ribu dan piagam.

Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang siapa yang berhasil mencetak gol atau mengangkat trofi.Top skor menjadi simbol ketajaman di depan gawang. Pemain terbaik mencerminkan kualitas permainan, sedangkan kiper terbaik menunjukkan ketangguhan dalam menjaga pertahanan.

Di sisi lain, penghargaan bagi pelatih, tim medis, dan suporter mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah tim juga ditopang oleh banyak orang yang bekerja di balik layar.
Ada pelatih yang menyusun strategi, tim medis yang membantu menjaga kondisi pemain, serta suporter yang tidak henti-hentinya memberikan semangat.

Kehadiran sekitar 5.000 penonton menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap PAL 20 Cup IV Tahun 2026.
Sorakan suporter, semangat para pemain, dan kebersamaan warga menjadikan Lapangan Ladangan sebagai tempat bertemunya berbagai harapan.
Sepak bola menjadi bahasa yang mampu menyatukan banyak orang, meskipun mereka memiliki pilihan tim dan dukungan yang berbeda.

Di lapangan, setiap tim berjuang meraih kemenangan. Namun, di luar pertandingan, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa saling menghormati.
Nilai inilah yang membuat sebuah turnamen olahraga memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi.

Bagi generasi muda, kegiatan seperti PAL 20 Cup menjadi kesempatan untuk mengembangkan bakat, membangun kedisiplinan, melatih kerja sama, serta belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap dewasa.

Dalam konteks peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, semangat tersebut juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan, pengorbanan, dan kerja bersama demi tujuan yang lebih besar.

Keberhasilan PAL 20 Cup IV Tahun 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan mendukung kegiatan olahraga yang bermanfaat.

Peran panitia, masyarakat, pemain, perangkat desa, unsur keamanan, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat Pal 20 dan Ladangan, turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang berhasil meraih juara pertama. Lebih dari itu, PAL 20 Cup IV menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat melahirkan kegiatan besar yang membawa kebanggaan bagi masyarakat.

Ketika tidak ada sponsor yang menopang pendanaan, masyarakat memilih untuk berdiri bersama. Ketika pekerjaan terasa berat, panitia tetap berupaya menyelesaikannya. Ketika pertandingan berlangsung, ribuan penonton hadir memberikan dukungan.
Semua itu memperlihatkan bahwa kebersamaan bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.

PAL 20 Cup IV Tahun 2026 memang telah resmi ditutup. Namun, semangat gotong royong yang melahirkannya diharapkan tidak ikut berakhir.

Sebab, trofi suatu saat akan tersimpan di lemari, hadiah uang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, dan sorak-sorai penonton perlahan mereda. Namun, kenangan tentang masyarakat yang bersatu, panitia yang bekerja keras, serta sebuah turnamen yang diselenggarakan melalui swadaya akan tetap menjadi cerita yang membanggakan.

PAL 20 CUP IV TAHUN 2026: BUKTI NYATA BAHWA KETIKA MASYARAKAT BERSATU, KETERBATASAN BUKAN PENGHALANG UNTUK MELAHIRKAN KEBANGGAAN.

(Sungut/tribuntipikor)

Pos terkait