Tuban Jatim, tribuntipikor.com // berlagak preman kades Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Diduga telah menghambat, menghalangi armada demobilisasi rig Kontraktor yang telah digunakan untuk kegiatan pemboran eksplorasi dari Mitra Pertamina dan akan dilaporkan ke penegak hukum.
Pasalnya kontraktor rig resmi yang menangani terkait demobilisasi alat-alat berat Mitra Pertamina yang konon sudah selesai kontraknya dipersulit oleh pihak Pemerintah Desa Kumpulrejo.
Dalam pandangannya pihak kontraktor inisial (FR) merasa dikibuli bahkan dirugikan secara sepihak oleh pihak Pemdes Kumpulrejo, melalui Kades Supriyanto. Masalahnya berbagai penyuluhan dan sosialisasi sebelumnya sudah dilakukan bekerjasama dengan pihak Pemdes setempat dan juga ijin dari dinas PU Pemkab Tuban juga sudah didapatkan.
Dikarenakan bebarengan dengan adanya perbaikan pengecoran jalan Pemkab yang dalam waktu dekat ini segera dikerjakan sehingga menunggu rig dan alat berat lainnya keluar dari area pemboran dan rencana akan dikirimkan ke perusahaan migas lainnya yakni PT Energi Mineral Langgeng yang ada di Kab Sumenep sebagai upaya untuk mendukung ketahanan energi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Penyuluhan dan sosialisasi kemasyarakat termasuk menghadirkan pemuda Karangtaruna sesungguhnya sudah kami laksanakan beberapa bulan yang lalu.
Namun, bilamana sampai malam ini atau besok armada kami masih dihalangi dan/atau distop melakukan demobilisasi, maka kami akan menindaklanjuti hingga ke pelaporan.
“Sesungguhnya, kewajiban kami sudah kami laksanakan mas, khususnya di Pemdes, termasuk terkait perijinan dari dinas PU Pemkab setempat.” Ucap pihak kontraktor saat ditemui.
Namun bilamana kami masih di stop untuk proses demobilisasi Alat-alat rig pertamina, dan masih harus mengluarkan sejumlah kos besar maka kami sangat keberatan. Ungkapnya.
Tampaknya, persoalan tersebut menambah panjang cerita, pasalnya berbagai pihak diduga turut serta didalamnya, disisi lain, pihak kontraktor rekanan resmi Mitra Pertamina berharap masalah ini jangan sampai meluas. (KingSoli/tim)





