Dorong Pengurangan Sampah Organik di Salatiga, Mahasiswa KKN II UNDIP Hadirkan Website Edukasi Eco-Enzyme

SALATIGA Jateng, tribuntipikor.com // Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ditempatkan di Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kota Salatiga, Jawa Tengah, menghadirkan inovasi digital berupa website edukasi pengolahan sampah organik dengan metode eco-enzyme.

Program tersebut merupakan bagian dari program sosial masyarakat (sosmas) yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dari lingkungan rumah tangga.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi kebijakan Pemerintah Kota Salatiga terkait penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo serta imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah organik ke TPA dan mulai melakukan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Namun, edukasi mengenai pengolahan sampah organik dinilai belum tersebar secara merata. Karena itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP memilih media digital berupa website agar informasi mengenai pengolahan sampah organik dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yakni pendidikan berkualitas, serta SDGs 9, yakni industri, inovasi dan infrastruktur.

Website yang diberi nama Eco-Enzym tersebut memuat berbagai informasi mengenai pengolahan sampah organik, mulai dari langkah-langkah pembuatan eco-enzyme, persentase bahan yang digunakan, hingga masa panen eco-enzyme.

Selain itu, website tersebut juga memuat usulan mengenai kelembagaan pengelolaan sampah organik di tingkat Rukun Warga (RW), sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Lurah Kutowinangun Kidul, Nanik Dyah Anggraeni, mengapresiasi inovasi yang dibuat mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, keberadaan website dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai pembuatan eco-enzyme sekaligus mendorong pengurangan sampah organik yang dihasilkan setiap rumah tangga.

“Website yang dibuat oleh mahasiswa KKN ini memiliki informasi yang cukup lengkap dan mudah diakses masyarakat. Saya berharap dengan adanya program sosial masyarakat oleh mahasiswa dapat mengurangi jumlah sampah organik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Nanik.

Dalam proses penyusunan website, mahasiswa KKN Tim II UNDIP juga melakukan riset dan praktik secara langsung. Mereka mengikuti proses pembuatan eco-enzyme yang dilakukan oleh organisasi Eco-Enzyme Nusantara (EEN) yang diketuai Angela Widyawati.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disajikan dalam website dapat menjadi media edukasi yang tepat bagi masyarakat serta meminimalkan kesalahan informasi mengenai proses pengolahan eco-enzyme.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan edukasi selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN. Website tersebut juga diharapkan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat Kelurahan Kutowinangun Kidul setelah masa pengabdian mahasiswa KKN Tim II UNDIP berakhir. (KingSoli)

Pos terkait