Bandung Tribun Tipikor com Apresiasi sebagai bentuk dukungan masyarakat sipil
LSM Suara Abdi Bangsa SAB menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Jawa Barat beserta jajaran Polda, Polres, dan Polsek se-Jabar. SAB menilai langkah tegas kepolisian dalam memberantas peredaran obat keras daftar G seperti tramadol, trihexyphenidyl, dan eksimer sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi muda Jabar.
Tramadol sebagai ancaman serius bagi generasi muda*
Menurut data dan pantauan SAB di lapangan, penyalahgunaan tramadol sudah merambah pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Obat yang seharusnya untuk medis ini disalahgunakan sebagai narkotika jenis baru. SAB mengapresiasi karena Polda Jabar tidak tinggal diam dan menjadikannya prioritas penegakan hukum.
Operasi besar-besaran dan pengungkapan jaringan*
Dalam beberapa bulan terakhir, jajaran Polda Jabar berhasil membongkar gudang, toko obat ilegal, dan jaringan pengedar antar provinsi. SAB mencatat ada ratusan ribu butir tramadol yang disita. Bagi SAB, ini bukti keseriusan Kapolda dan jajaran dalam memutus rantai peredaran dari hulu sampai hilir.
Sinergi dengan BBPOM, Dinkes, dan stakeholder lain*
Apresiasi juga diberikan karena Polri tidak bekerja sendiri. Kapolda Jabar membangun sinergi dengan BPOM, Dinas Kesehatan, Kejaksaan, dan pemerintah daerah untuk menutup apotek nakal dan distributor ilegal. Pendekatan kolaboratif ini dinilai SAB efektif agar penindakan tidak berhenti di pengedar kecil saja.
Penindakan tegas namun humanis*
SAB menilai jajaran kepolisian Jabar juga melakukan pembinaan. Selain menangkap pengedar, ada kegiatan penyuluhan di sekolah, kampus, dan komunitas. Para pengguna yang merupakan korban juga diarahkan ke rehabilitasi. Pendekatan ini sejalan dengan semangat perlindungan, bukan hanya penindakan.
Penggunaan teknologi dan intelijen*
Keberhasilan pengungkapan tidak lepas dari kerja intelijen dan cyber patrol. Tim dari Polda Jabar memantau penjualan online tramadol di media sosial dan marketplace. SAB mengapresiasi karena polisi mampu mengikuti modus baru para pelaku yang kini banyak berjualan lewat sistem COD dan marketplace.
Dampak positif terhadap keamanan lingkungan*
Dengan berkurangnya peredaran tramadol, SAB merasakan dampaknya di masyarakat. Kasus tawuran, kriminalitas, dan kecelakaan lalu lintas yang dipicu obat terlarang mulai menurun di beberapa wilayah. Lingkungan sekolah dan kampus di Bandung dan daerah lain di Jabar menjadi lebih aman.
Keterlibatan masyarakat dan ormas*
Kapolda Jabar juga membuka ruang bagi LSM dan ormas untuk ikut serta dalam kampanye “Jabar Bersih dari Narkoba dan Obat Terlarang”. SAB sendiri ikut turun mensosialisasikan bahaya tramadol. Keterbukaan ini membuat masyarakat merasa dilibatkan dalam menjaga keamanan daerahnya.
Komitmen berkelanjutan yang perlu dijaga*
Meski mengapresiasi, SAB mengingatkan agar operasi tidak berhenti. Jaringan peredaran obat terlarang akan terus mencari celah baru. SAB mendorong Kapolda untuk terus melakukan patroli, pengawasan apotek, dan penindakan terhadap oknum yang membekingi peredaran.
Harapan untuk Jabar yang sehat dan produktif*
LSM Suara Abdi Bangsa SAB berharap, di bawah kepemimpinan Kapolda Jabar, Jabar bisa menjadi provinsi yang bersih dari penyalahgunaan obat keras. Dengan penegakan hukum yang konsisten, generasi Jabar bisa tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Apresiasi ini adalah dukungan agar Polda Jabar terus menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba dan obat terlarang.
Melalui kerja nyata dan keberanian, Polda Jabar telah menunjukkan bahwa hukum harus ditegakkan untuk menyelamatkan masa depan bangsa.
Budi Haryanto SE Wapemred





