Bojonegoro Jatim, tribuntipikor.com // Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke-81, hari ini Senin tanggal 17 Agustus 2026 Perkumpulan Sambung Generasi Mataram (SGM) juga merayakan hari jadinya yang ke-2.
Ormas yang bergelut tentang gerakan pelestarian Adat dan Budaya mataram ini secara tidak langsung mengajak bangsa ini juga menyaksikan tonggak bersejarah lahirnya gerakan budaya yang semakin kokoh: dari Perkumpulan Sambung Generasi Mataram (SGM).
Disampaikan bahwa Organisasi ini didirikan oleh tiga tokoh visioner:
- RT. Susilo Indrianto, S.Pd., S.T., M.M., C.PP
- R. Novianto, S.H. C.PP
- R. Ngt. Selvie Novitasari, S.H., M.Kn. C.PP
Ketiganya juga merupakan pendiri Yayasan Miluhuring Sayidin Arum (MSA), yang telah lama berkiprah dalam bidang Sosial, Hukum, Pendidikan, dan Kebudayaan.
Kehadiran SGM menjadi wujud nyata komitmen mereka dalam melestarikan nilai-nilai luhur Mataram sekaligus menyambungkan generasi penerus dengan akar budaya bangsa.
Untuk Visi dan Misi SGM mengusung filosofi luhur:
Jaga Budaya dengan Hati, Jaga Hati dengan Budaya.
“Filosofi ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi moral yang menuntun masa depan. Dengan hati yang tulus, budaya dijaga agar tetap hidup; dengan budaya yang kokoh, hati generasi penerus tentunya tetap terarah.
Sementara, Misi utama SGM meliputi:
- Pelestarian Tradisi melalui pendidikan, hukum seni, dan ritual budaya.
- Pemberdayaan Generasi Muda agar tumbuh sebagai ksatria berkarakter.
- Penguatan Ekonomi Kreatif berbasis budaya lokal.
- Solidaritas Sosial melalui gotong royong dan kebersamaan. Dokumentasi Sejarah sebagai warisan pengetahuan untuk masa depan.
-Kutipan Resmi Pendiri
Dalam momentum perayaan HUT ke-2 SGM, salah satu pendiri, R. Tumenggung Susilo Indrianto Projobudoyo, menyampaikan pesan penuh makna:
“Kita adalah harapan dan masa depan mereka yang terlahir di zaman saat ini, buatlah leluhur kita bangga sebagai penerus aliran yang mereka wariskan.”
Kutipan ini secara langsung menjadi penegasan bahwa SGM hadir bukan hanya sebagai organisasi saja, melainkan sebagai gerakan moral yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
-Makna Kehadiran SGM
Kehadiran SGM menjadi simbol kesinambungan antara leluhur dan generasi penerus.
Organisasi ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai luhur Mataram dengan tantangan zaman modern. Dengan semangat kebersamaan, SGM menegaskan bahwa menjaga budaya adalah menjaga jati diri bangsa.
Sehingga, diusia yang masih belia ini, tentunya kami perlu masukan, kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan tujuan Organisasi kami dalam menyambungkan Generasi dan Menjaga Budaya. (KingSoli)
Sumber :
R. Tumenggung Susilo indrianto Projobudoyo, S.Pd., ST., MM., C.PP





