LSM SAB Apresiasi Atas Kinerja Gubernur Jabar Dalam Penataan Lingkungan di Kota Bandung dan Wilayah Jabar

Bandung Tribun Tipikor com LSM SAB, sebagai lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu lingkungan dan kebijakan publik, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat atas komitmennya dalam penataan lingkungan. Menurut SAB, langkah-langkah yang diambil Pemprov Jabar sudah mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya di Kota Bandung dan wilayah penyangga.

Program Kang Pisman jadi rujukan nasional*
LSM SAB menilai program Kang Pisman – Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan – yang digagas Gubernur Jabar adalah terobosan penting. Di Kota Bandung, program ini berhasil menumbuhkan ribuan Bank Sampah dan komposter komunitas. Pengurangan sampah ke TPA Sarimukti bisa ditekan karena masyarakat sudah mulai memilah dari rumah.

Penataan sungai dan pengendalian banjir*
Apresiasi juga diberikan untuk program Citarum Harum dan penataan sungai-sungai di Bandung Raya. Normalisasi Sungai Cikapundung, Citarum, dan anak sungainya membuat risiko banjir berkurang. LSM SAB mencatat keterlibatan TNI, warga, dan pemerintah daerah dalam gotong royong pembersihan sungai berjalan masif.

Ruang Terbuka Hijau dan penghijauan kota*
Gubernur Jabar dinilai konsisten mendorong penambahan RTH. Di Kota Bandung muncul taman tematik, vertical garden, dan hutan kota. Di wilayah Jabar lainnya, gerakan tanam sejuta pohon dan reboisasi lahan kritis terus digenjot. Bagi LSM SAB, ini bukti keberpihakan pada kelestarian lingkungan dan kualitas udara.

Penanganan polusi udara dan transportasi ramah lingkungan*
LSM SAB mengapresiasi kebijakan Pemprov Jabar yang mendorong transportasi publik dan penggunaan kendaraan listrik. Uji emisi kendaraan, penataan kawasan bebas kendaraan di Braga, serta pengembangan LRT dan BRT menjadi bukti keseriusan menekan polusi udara di Bandung dan kota besar lainnya di Jabar.

Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan*
Menurut SAB, kekuatan utama kebijakan Gubernur adalah melibatkan masyarakat. Kelompok tani, Karang Taruna, PKK, dan komunitas lingkungan diberi ruang untuk mengelola sampah, menanam pohon, dan menjaga sungai. Pendekatan dari bawah ini membuat program lingkungan lebih berkelanjutan.

Digitalisasi dan transparansi data lingkungan*
Pemprov Jabar juga dinilai maju dalam penggunaan teknologi. Dashboard kualitas udara, pemantauan debit sungai, dan aplikasi pelaporan sampah memudahkan publik mengawasi. LSM SAB melihat keterbukaan data ini sebagai bentuk tata kelola lingkungan yang akuntabel.

Kolaborasi lintas daerah di wilayah Jabar*
Penataan lingkungan tidak hanya di Bandung. Gubernur Jabar menginisiasi kerja sama antar kabupaten/kota untuk pengelolaan sampah regional dan konservasi DAS. LSM SAB menilai sinergi ini penting agar masalah lingkungan tidak dilimpahkan dari satu daerah ke daerah lain.

Tantangan yang masih perlu dikawal bersama*
Meski mengapresiasi, LSM SAB juga mengingatkan PR yang masih ada. Seperti penegakan hukum terhadap industri pencemar, pengelolaan TPA akhir, dan konsistensi anggaran lingkungan. SAB menyatakan siap menjadi mitra kritis untuk mengawal agar program tidak berhenti di seremonial.

Harapan untuk Jabar yang lestari*
Secara keseluruhan, LSM SAB menilai kinerja Gubernur Jabar dalam penataan lingkungan sudah di jalur yang benar. Jika konsistensi dijaga dan partisipasi masyarakat terus dikuatkan, maka visi Jabar Juara Lahir Batin dengan lingkungan bersih dan sehat bisa terwujud. Apresiasi ini sekaligus menjadi dorongan agar Pemprov Jabar terus berinovasi.

Dengan dukungan LSM, pemerintah, dan masyarakat, penataan lingkungan di Kota Bandung dan seluruh Jabar diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait