Angin Kencang Robohkan Videotron di Bunderan Cigasong, Satu Pengendara Muda Tewas

Majalengka, Media Tribun Tipikor – Hembusan angin kencang yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) malam, berujung tragedi di Simpang Empat Bunderan Cigasong. Sebuah videotron berukuran besar yang berdiri di Jalan K.H. Abdul Halim roboh secara tiba-tiba dan menimpa seorang pengendara sepeda motor perempuan yang sedang melintas.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, sesaat setelah waktu Magrib. Material konstruksi videotron ambruk ke badan jalan hingga membuat warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi langsung panik.

Simpang Empat Bunderan Cigasong merupakan salah satu persimpangan utama di Kabupaten Majalengka yang menghubungkan arus kendaraan dari berbagai arah, yakni menuju Rajagaluh dan Cirebon, Cikijing, Jatiwangi, serta pusat Kota Majalengka. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi sepanjang hari.

Saat kejadian berlangsung, sejumlah warga dan pengguna jalan langsung memberikan pertolongan kepada korban. Mereka bersama-sama mengangkat material konstruksi yang menimpa korban agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.

Setelah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan operasional kepolisian menuju RSUD Majalengka untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Korban diketahui bernama Wina Apriyanti (18), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.

Direktur RSUD Majalengka, dr. Egga Bramasta Akidapi, membenarkan korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

“Iya, benar. Korban meninggal dunia,” ujar dr. Egga saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di kawasan yang memiliki aktivitas tinggi. Bunderan Cigasong selama ini dikenal sebagai salah satu titik perlintasan kendaraan dari berbagai wilayah menuju pusat aktivitas Kabupaten Majalengka.

Di balik kejadian yang menelan korban jiwa tersebut, muncul keterangan warga mengenai kondisi videotron sebelum akhirnya roboh. Aditya (22), penjaga toko yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku telah melihat adanya tanda-tanda perubahan pada konstruksi videotron sejak sehari sebelum kejadian.

Aditya menuturkan, saat itu konstruksi videotron tampak bergerak ketika diterpa angin yang cukup kuat. Ia pun sempat merekam kondisi tersebut dan mengunggahnya melalui media sosial.

“Sebelumnya sudah terlihat bergerak. Saya sempat merekam sekitar pukul 10 malam karena kondisinya tampak bergoyang-goyang. Video itu juga sempat saya unggah di media sosial,” ujar Aditya.

Menurutnya, kondisi tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sebagian bahu jalan juga sempat diberi pembatas sebagai langkah antisipasi terhadap pengguna jalan.

“Waktu itu memang sempat ada pembatasan di sebagian bahu jalan, tetapi belum sampai dilakukan penutupan total,” katanya.

Namun, pada Jumat malam saat angin kembali bertiup cukup kuat, struktur videotron tersebut akhirnya roboh dalam waktu singkat.

“Kejadiannya sangat cepat. Anginnya memang cukup kuat saat itu,” ungkap Aditya.

Setelah videotron roboh, Aditya mengaku melihat kondisi bagian dasar konstruksi. Menurut pengamatannya, terdapat kerusakan pada bagian pondasi. Meski demikian, penyebab pasti robohnya videotron masih menunggu pemeriksaan teknis dari pihak berwenang.

Usai menerima laporan kejadian, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Majalengka, Satpol PP, Damkar, Kodim, serta Polres Majalengka langsung melakukan penanganan di lokasi. Petugas melakukan evakuasi, pengamanan area, pembersihan material, serta mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan.

Kapolsek Cigasong AKP Sarjiyo, S.E., M.H., CPHR. membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kepolisian bersama unsur terkait langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat.

“Kami bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas melakukan pengamanan area, membantu proses evakuasi dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi sekitar, termasuk keberadaan pohon, baliho, videotron, reklame, tiang penerangan jalan, maupun fasilitas luar ruang lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila terdampak angin kencang.

Menurutnya, imbauan tersebut penting disampaikan mengingat dalam beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Majalengka mengalami angin kencang dengan intensitas yang cukup kuat.

Peristiwa robohnya videotron di Bunderan Cigasong menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan dan pemeliharaan fasilitas publik secara berkala. Fasilitas luar ruang yang berada di kawasan ramai aktivitas masyarakat harus dipastikan dalam kondisi aman agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti robohnya videotron masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Evaluasi terhadap konstruksi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(Ivan)

Pos terkait