Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor . Com – Hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP Tahun 2026 menjadi tamparan bagi anggapan lama bahwa prestasi akademik hanya milik sekolah-sekolah favorit di pusat kota. Distribusi kelulusan OSN justru memperlihatkan lahirnya kekuatan-kekuatan baru dari berbagai kecamatan, menandai alarm positif pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan hasil seleksi OSN tingkat Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan serentak secara nasional oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen RI, sebanyak 53 siswa berhasil lolos sebagai pemenang pada tiga bidang lomba, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Para pemenang tersebut berasal dari 26 SMP yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa.
Data ini memperlihatkan perubahan signifikan dalam peta persaingan akademik. Jika sebelumnya prestasi cenderung terkonsentrasi di sekolah-sekolah perkotaan, kini sekolah-sekolah di wilayah kecamatan mampu tampil kompetitif dan bersaing secara terbuka.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., menilai distribusi hasil OSN merupakan indikator kuat bahwa program pemerataan mutu pendidikan mulai menunjukkan hasil nyata.
Wilayah pusat dan penyangga yang meliputi Sumbawa Besar dan Unter Iwes memang masih mendominasi secara kuantitas dengan 23 pemenang, terdiri atas 16 siswa dari Sumbawa Besar dan 7 siswa dari Unter Iwes. Namun, kejutan terbesar datang dari kawasan barat yang meliputi Kecamatan Alas, Buer, dan Utan dengan torehan 13 pemenang di bidang Matematika, IPA, dan IPS.
Tak hanya itu, geliat prestasi juga semakin merata hingga kawasan timur dan selatan. Sekolah-sekolah di Empang, Maronge, Lopok, Moyo Hilir, hingga Moyo Hulu berhasil melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing pada ajang akademik paling bergengsi tingkat SMP tersebut.
Keberhasilan itu dinilai sebagai buah dari komitmen sekolah, guru, dan pembina dalam membangun budaya belajar yang kuat serta pembinaan siswa secara berkelanjutan.
Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Yeni Febriyan, siswa SMP Negeri 5 Sumbawa Besar, yang lolos ke tingkat Provinsi pada bidang Matematika. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ukuran sekolah maupun jumlah peserta didik bukan penentu keberhasilan.
Selama ini SMPN 5 Sumbawa Besar kerap dipandang sebagai sekolah dengan jumlah peminat relatif rendah. Namun keberhasilan Yeni mematahkan stigma tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kualitas dapat lahir dari sekolah mana pun apabila didukung pembinaan yang tepat.
Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa menegaskan akan terus memperkuat pembinaan akademik di seluruh wilayah melalui pengembangan ekosistem kompetisi yang sehat, sehingga setiap siswa, tanpa memandang lokasi sekolahnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Hasil OSN 2026 bukan sekadar daftar pemenang. Lebih dari itu, capaian ini menjadi penanda bahwa pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa mulai bergerak dari slogan menjadi kenyataan. Kini, panggung prestasi tidak lagi dimonopoli sekolah-sekolah besar di pusat kota, tetapi telah menjadi milik seluruh siswa yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dari berbagai penjuru daerah.
( Irwanto )





