Indonesia Jewellery Fair 2026 Hadir di Bandung, Dorong Industri Perhiasan dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Bandung – Pameran perhiasan terbesar di Indonesia, Indonesia Jewellery Fair (IJF) 2026, kembali digelar di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung. Ajang yang menghadirkan ribuan desain perhiasan dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi wadah bagi pelaku industri, pengrajin, investor, hingga pecinta perhiasan untuk melihat perkembangan terbaru dunia perhiasan nasional.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI), Jefri Iskandar, mengatakan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi sarana transaksi dan promosi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat beragam desain perhiasan yang dapat dipilih sesuai selera dan kebutuhan.

“Pengunjung bisa melihat ribuan macam desain perhiasan dari berbagai daerah. Mereka dapat memilih desain yang disukai sekaligus melengkapi koleksi perhiasan yang dimiliki. Peserta yang hadir juga bukan hanya dari Bandung, tetapi dari berbagai kota di Indonesia,” ujar Jefri.

Menurutnya, penyelenggaraan Indonesia Jewellery Fair memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Bandung. Persiapan pameran dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari pembangunan stan, pengaturan tata ruang, hingga melibatkan berbagai sektor pendukung seperti keamanan, kuliner, jasa perhotelan, dan transportasi.

“Acara seperti ini memberikan manfaat ekonomi yang besar. Hotel-hotel menjadi penuh karena banyak peserta dan pengunjung datang dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka biasanya tidak hanya datang sehari, tetapi bisa tinggal antara dua hingga empat hari. Restoran, pusat kuliner, hingga sektor jasa lainnya juga ikut merasakan dampaknya,” katanya.

Jefri menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Bandung sangat penting agar pameran serupa dapat terus dilaksanakan karena berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain menghadirkan produsen perhiasan, pameran ini juga diikuti oleh perusahaan penyedia peralatan dan teknologi pendukung industri perhiasan. Saat ini, anggota APEPI yang aktif tercatat lebih dari 60 pengusaha dari berbagai sektor industri emas dan permata.

“Perusahaan penyedia peralatan juga hadir dalam pameran ini. Para pengrajin bisa melihat langsung teknologi terbaru yang mendukung proses produksi. Dengan alat yang tepat, mereka bisa meningkatkan kualitas hasil desain dan lebih percaya diri dalam memasarkan produknya,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi kondisi harga emas yang menjadi perhatian masyarakat dan investor, Jefri menjelaskan bahwa pergerakan harga emas global saat ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia dan kebijakan suku bunga bank sentral internasional.

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir harga emas mengalami koreksi atau penurunan setelah sebelumnya mencapai level tinggi.

“Harga emas saat ini sedang mengalami konsolidasi. Dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan. Namun bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru menjadi peluang untuk melakukan pembelian karena harga sedang berada pada level yang lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian bank sentral menjual cadangan emasnya untuk mendukung stabilitas ekonomi, masih banyak bank sentral di berbagai negara yang tetap membeli emas sebagai bagian dari cadangan devisa. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Jewellery Fair 2026, APEPI berharap industri perhiasan nasional semakin berkembang, mendorong lahirnya inovasi desain baru, memperluas pasar produk dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri perhiasan dan kerajinan emas di kawasan Asia Tenggara.

Pameran Indonesia Jewellery Fair 2026 berlangsung di Sudirman Grand Ballroom Bandung dan terbuka untuk masyarakat umum, pelaku usaha, investor, serta komunitas industri perhiasan dari berbagai daerah di Indonesia.
DOC : (irham wahyono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *