KUNINGAN –Tribun Tipikor.com
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menerima kunjungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama organisasi non-pemerintah The Fred Hollows Foundation (FHF), Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi Program Comprehensive Community Eye Care (CCEC) guna memperkuat layanan kesehatan mata secara menyeluruh di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat drg. Yus Ruseno, M.Sc., Ph.D serta Project Manager The Fred Hollows Foundation Anna Yulia.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Kabupaten Kuningan ditetapkan sebagai salah satu lokus pengembangan Vision Center di Jawa Barat, selain Kabupaten Garut dan Kabupaten Karawang. Penetapan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Gangguan Penglihatan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2025-2029.
Program CCEC bertujuan meningkatkan kesehatan mata masyarakat dan menekan angka gangguan penglihatan maupun kebutaan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Fokus utama program diarahkan pada penanggulangan katarak pada masyarakat umum serta gangguan refraksi pada anak usia sekolah.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, drg. Yus Ruseno, menyebutkan bahwa penguatan layanan kesehatan mata berbasis masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas akses pelayanan dan mempercepat deteksi dini gangguan penglihatan.
Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut meliputi pelatihan penanganan gangguan penglihatan bagi tenaga kesehatan puskesmas, pembinaan kader kesehatan mata di masyarakat, serta pelatihan bagi guru SD dan SMP untuk edukasi dan skrining kesehatan mata siswa.
Selain itu, program juga mencakup pelaksanaan operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan, pemberian kacamata gratis bagi siswa dengan gangguan refraksi, pembentukan dua Vision Center berbasis puskesmas, serta penguatan jejaring dan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan gangguan penglihatan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri organisasi profesi PERDAMI, IROPIN dan GAPOPIN, serta melibatkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, RSUD Linggajati dan Bappeda Kabupaten Kuningan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke RSUD Linggajati Kuningan yang akan menjadi fasilitas rujukan bagi kasus-kasus kesehatan mata yang ditemukan di lapangan.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata semakin mudah, deteksi dini gangguan penglihatan dapat dilakukan lebih cepat, serta kualitas hidup masyarakat terus meningkat.
Andri Hadiwiyono





