“DARURAT CURANMOR DI KUNINGAN! N-Max Disikat 01.57 WIB, Dugaan Pola Terorganisir Menguat Warga Tagih Ketegasan Aparat”

Kuningan|Tribun Tipikor.com

Aksi pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Kuningan kembali memantik alarm serius. Bukan sekadar insiden tunggal, kejadian yang menimpa warga Desa Kedungarum pada Minggu dini hari, 3 Mei 2026, mulai mengarah pada dugaan pola kejahatan yang lebih terorganisir.

Sekitar pukul 01.57 WIB, satu unit Yamaha N-Max milik Jepi Maulana raib digasak pelaku di RT 14 RW 04 Blok Cikole. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku bergerak cepat dan tenang, mengenakan celana tiga perempat abu-abu dan sweater hijau, seolah memahami situasi lingkungan yang sedang lengang.

Kecepatan dan ketenangan pelaku dalam menjalankan aksinya memunculkan kecurigaan di kalangan warga bahwa pelaku bukan pemain baru. Indikasi pemantauan lokasi sebelumnya hingga pemilihan waktu rawan dinilai bukan kebetulan.

Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kuningan. Namun, di tengah proses penyelidikan, tekanan publik justru menguat, mempertanyakan efektivitas langkah pencegahan yang selama ini dilakukan.

Dodot, warga setempat, menyampaikan nada keras terhadap situasi yang terus berulang.
“Kalau polanya begini terus, patut diduga ini bukan pelaku tunggal. Warga merasa seperti tidak terlindungi. Harus ada langkah tegas dan terukur, jangan sampai kasus-kasus seperti ini terus berulang tanpa solusi,” tegasnya.

Menurutnya, maraknya curanmor pada jam-jam rawan menunjukkan adanya celah besar dalam sistem keamanan lingkungan. Ia juga menyoroti perlunya patroli intensif serta respons cepat aparat sebelum kejadian, bukan hanya setelah laporan masuk.

Fenomena berulangnya kasus curanmor kini mendorong munculnya pertanyaan lebih luas: apakah ada jaringan yang bermain di balik rentetan kejadian ini, ataukah lemahnya sistem pengawasan yang dimanfaatkan secara berulang?

Publik kini menunggu pembuktian. Apakah aparat mampu membongkar dugaan pola dan jaringan di balik aksi-aksi ini, atau Kuningan akan terus berada dalam bayang-bayang teror curanmor yang kian berani?

|red/Afni haerunisa|

Pos terkait