Kuningan|Tribun Tipikor.com
Pemkab Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan olahraga berbasis intelektual. Hal ini tercermin dari dibukanya Turnamen Catur Non Master Bupati Cup I Tahun 2024 oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar di GOR Ewangga, Sabtu (2/5/2026).
Turnamen yang berlangsung meriah tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Kehadiran pecatur dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Bali menjadi bukti bahwa catur tetap memiliki magnet kuat sebagai olahraga yang mengedepankan kecerdasan, strategi, dan ketahanan mental.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa catur bukan sekadar ajang permainan, melainkan sarana pembentukan karakter dan pengasahan daya pikir. Ia menggambarkan filosofi catur sebagai refleksi kehidupan yang menuntut ketepatan langkah, kesabaran, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini menjadi momentum penting bagi para pecatur non master untuk mengukur kemampuan sekaligus membuka jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ajang serupa, termasuk menghadirkan kategori master pada penyelenggaraan mendatang.
Bupati juga menaruh harapan besar agar dari kompetisi ini lahir bibit-bibit unggul yang mampu mengangkat nama daerah di kancah yang lebih luas. Ia menekankan bahwa prestasi di bidang catur tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, latihan konsisten, dan pengalaman bertanding.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah telah menginstruksikan perangkat terkait, termasuk Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata serta KONI, untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Otong, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Ia menyebutkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari wilayah lokal, tetapi juga dari sejumlah kota besar seperti Denpasar dan Balikpapan.
Menurutnya, turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpecatur dari berbagai daerah.
Dengan atmosfer kompetitif yang sehat dan partisipasi yang luas, Turnamen Catur Non Master Bupati Cup I diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga catur di Indonesia.
Pembukaan turnamen ditandai secara resmi oleh Bupati dengan ucapan âBismillahirrahmanirrahimâ, disertai ajakan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan integritas dalam setiap pertandingan.
Rd Afni haerunisa





