Langkah Preventif atau Alarm Krisis? Sekda Sumbawa Minta Warga Hemat Air di Tengah Ancaman Kekeringan

Sumbawa Besar NTB
tribuntipikor . Com — Ancaman krisis air bersih kembali menghantui Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah mulai mengeluarkan imbauan, namun pertanyaannya: ini langkah preventif yang serius atau sekadar rutinitas tahunan tanpa solusi konkret?

Sekretaris Daerah Sumbawa, Budi Prasetiyo, meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air bersih menjelang puncak musim kemarau.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi agar dampak krisis tidak semakin parah saat kemarau mencapai titik tertinggi.
“Memasuki musim kemarau, masyarakat diminta bijak menggunakan air agar tidak terdampak krisis air bersih,” tegasnya kepada media ini Senin (27/04).

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini bukan hal baru. Setiap tahun, skenario yang sama berulang: kemarau datang, krisis mengintai, dan imbauan kembali digaungkan.
Pemda mengklaim telah melakukan langkah antisipasi, termasuk koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum untuk memastikan ketersediaan air bersih. Hingga saat ini, stok disebut masih dalam kondisi aman.

Meski begitu, publik mulai mempertanyakan efektivitas pendekatan yang lebih banyak bersifat imbauan ketimbang solusi jangka panjang.

Di tengah perubahan iklim dan pola musim yang semakin tak menentu, sekadar mengandalkan kesadaran warga dinilai belum cukup.

Jika krisis air terus menjadi “agenda tahunan”, maka yang dibutuhkan bukan hanya peringatan dini, tetapi terobosan nyata , mulai dari penguatan infrastruktur air, optimalisasi sumber daya, hingga manajemen distribusi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Tanpa itu, imbauan hemat air berisiko hanya menjadi kalimat yang berulang setiap tahun, sementara masyarakat tetap menjadi pihak yang paling terdampak saat krisis benar-benar tiba.

( Irwanto )

Pos terkait