Perum DAMRI Kota Bandung terus bertransformasi menjadi perusahaan transportasi modern terintegrasi yang kini menjadi delegasi transportasi berbasis listrik di wilayah Bandung Raya.

Kota Bandung Tribun Tipikorcom Langkah ini sejalan dengan program pemerintah menuju net zero emission 2060 dan target elektrifikasi armada transportasi publik di kota-kota besar.

Sebagai BUMN transportasi darat tertua di Indonesia, DAMRI Bandung tidak hanya mengandalkan reputasi layanan AKAP dan bandara. Di bawah manajemen yang adaptif, unit Bandung mengembangkan layanan bus listrik untuk koridor perkotaan, feeder, serta rute strategis seperti Bandara Husein Sastranegara, KCIC Tegalluar, dan kawasan wisata.

Delegasi transportasi berbasis listrik ditunjukkan dengan pengoperasian armada bus listrik medium dan besar di beberapa koridor utama. Bus listrik DAMRI dilengkapi baterai kapasitas tinggi, sistem regeneratif, AC, GPS, CCTV, ramp disabilitas, dan pembayaran cashless via QRIS, kartu uang elektronik, maupun aplikasi. Emisi nol dan kabin senyap membuat penumpang lebih nyaman.

Untuk mendukung operasional, DAMRI Kota Bandung membangun ekosistem pengisian daya di pool utama. Charging station fast charging DC sudah tersedia di Pool DAMRI Cibiru dan Kebon Kawung. Sistem manajemen armada digital memantau SoC baterai, jarak tempuh, dan jadwal charging agar layanan tetap on time performance tinggi.

Integrasi antarmoda menjadi fokus utama. Jadwal bus listrik DAMRI disinkronkan dengan Kereta Cepat Whoosh, KAI Commuter, Trans Metro Bandung, serta angkot konversi. Titik temu di Stasiun Bandung, Stasiun Tegalluar, Terminal Leuwipanjang, dan Terminal Cicaheum memudahkan penumpang berpindah moda dalam satu perjalanan.

Digitalisasi layanan diperkuat lewat aplikasi DAMRI Apps. Penumpang dapat cek rute real time, beli tiket, lacak posisi bus, dan beri rating layanan. Integrasi dengan platform JakLingko dan Bandung Smart Mobility sedang dikembangkan agar tiket terpadu antarmoda bisa diterapkan di 2026.

Sisi SDM juga disiapkan. Pengemudi dan teknisi DAMRI Bandung mendapat pelatihan khusus mengoperasikan serta merawat bus listrik. Materi mencakup defensive driving EV, manajemen baterai, prosedur keselamatan tegangan tinggi, hingga penanganan darurat. Hal ini menjamin aspek safety tetap jadi prioritas.

Dampak lingkungan langsung terasa. Satu unit bus listrik DAMRI mampu mengurangi emisi CO2 hingga 60 ton per tahun dibanding bus diesel. Pengurangan polusi udara dan kebisingan di koridor padat seperti Jl. Asia Afrika, Jl. Soekarno-Hatta, dan Jl. Dago membuat kualitas hidup warga Bandung meningkat.

DAMRI Bandung juga membuka kolaborasi dengan Pemkot Bandung, Dishub, PLN, dan swasta untuk perluasan SPKLU serta pilot project bus listrik rute pariwisata. Kawasan Lembang, Dago, dan Braga disiapkan sebagai zona rendah emisi dengan layanan bus listrik sebagai tulang punggung mobilitas wisatawan.

Dengan status sebagai delegasi transportasi berbasis listrik, Perum DAMRI Kota Bandung membuktikan bahwa BUMN mampu menjadi pelopor transportasi modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Armada listrik, sistem digital, serta layanan berorientasi pelanggan menjadikan DAMRI relevan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Bandung di era transisi energi.

Budi Haryanto SE Wapemred

Pos terkait