Bupati Sumbawa Soroti Jalan Provinsi Seketeng: Rusak Parah, Warga Geram

Sumbawa Besar, NTB
tribuntipikor . Com — Kesabaran warga akhirnya di ujung batas. Jalan provinsi yang melintasi simpang Pasar Seketeng menuju Bukit Permai kini berubah menjadi ancaman nyata: rusak parah, padat kendaraan, dan rawan ambruk sewaktu-waktu.

Jalur vital penghubung antar kecamatan di Kabupaten Sumbawa itu tak lagi sekadar bermasalah , kondisinya kian memburuk tanpa penanganan serius dan menyeluruh.

Lubang menganga, badan jalan tergerus, serta genangan air menjadi pemandangan harian yang memicu kemarahan publik.

Akar persoalan dinilai jelas: sistem drainase yang amburadul dan gagal total menampung aliran air kiriman dari kawasan Bukit Permai.

Air yang tak terkendali membawa sedimentasi, mengikis struktur jalan secara perlahan namun pasti.

Jika terus dibiarkan, jalur ini bukan hanya rusak , tapi berpotensi lumpuh total.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, angkat bicara dengan nada tegas. Kepada awak media tribun Tipikor . Com Sabtu (11/04/2026),

ia memastikan persoalan ini telah dikomunikasikan langsung dengan pihak Balai Jalan Provinsi.

“Ini jalur krusial dengan intensitas lalu lintas tinggi. Tidak bisa ditunda. Kami sudah koordinasikan agar segera ada langkah konkret,” tegasnya.

Respons awal dari pemerintah provinsi mulai terlihat.

Kepala Balai Jalan dilaporkan turun langsung ke lokasi usai menerima laporan dari Bupati. Langkah yang diambil baru sebatas pembersihan dan perambasan di sisi tebing untuk menekan sedimentasi yang menyumbat drainase.

Namun, langkah tersebut justru menuai kritik. Warga menilai penanganan itu belum menyentuh akar masalah dan terkesan sekadar “pemadam sementara”.

Desakan pun menguat: pemerintah provinsi diminta tidak setengah hati. Perbaikan total, mulai dari pembenahan sistem drainase hingga penguatan struktur badan jalan , menjadi tuntutan yang tak bisa ditawar.

Jika lamban ditangani, jalan Seketeng–Bukit Permai bukan hanya menjadi simbol kelalaian infrastruktur, tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan serta denyut ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas Pasar Seketeng dan pusat kota.

Kini, publik menunggu—apakah pemerintah akan bertindak cepat, atau kembali membiarkan kerusakan ini menjadi bencana yang bisa dicegah.

( Irwanto )

Pos terkait