Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan pihak PT Agrinas Nusantara Pangan sudah melakukan survei untuk pembangunan pabrik. Ia menyebut pihaknya menyetujui untuk pembangunan kawasan agro industri terpadu di Blora.
“Rencana pembangunannya ini tahun 2026 dan semua biaya akan didanai oleh PT Agrinas, ini kami sedang dimintai melengkapi dokumen pendukung dan juga membentuk tim percepatan. Kami akan rapatkan untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Arief, Selasa, 3 Maret 2026.
Arief berharap ada pabrik pengolahan pakan dan padi serta kalau padi ada pengering. Hal itu dalam rangka untuk mendukung potensi Blora sebagai penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah dengan populasi sampai 280 ribu ekor.
“Dan padi-padi kalau panen raya itu bisa dikeringkan di sini. Kawasan agro terpadu ada pertanian, peternakan dan perikanan. Ada beberapa lokasi yang disurvei ada di Sambong dan Kunduran,” katanya.
“Nanti ketika ada investasi di Blora seperti ini, akan otomatis menarik pihak swasta lainnya dan membentuk suatu ekosistem pangan,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Puji Ariyanto, mengatakan Kabupaten Blora merespons cepat dengan melakukan pengecekan lokasi. Menurutnya, ada tiga lahan yang akan dibutuhkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Lahan pertama untuk perkantoran dan riset development ada di Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, seluas 22 ribu hektare. Kemudian lahan kedua itu digunakan untuk cold storage seluas 1,4 ribu hektare. Lahan terakhir ada di Cemoro Modang untuk ternak dan pabrik pakan, dengan luasan 1,3 ribu hektare di lahan KHDTK.
“Agrinas nanti ada pabrik yang akan memproduksi beras premium. Plasma farming dan kontrak farming karena seputarnya lahan masyarakat. Bibit disediakan dan pupuk disediakan serta yang mengambil hasil panen serta mengolah dari Agrinas,” ungkapnya.
Puji menambahkan, minggu ini ada tim dari Agrinas untuk memetakan lahan multiplier effect. Agrinas juga membutuhkan pekerja banyak dan ekonomi sekitar akan meningkat.
“Menurunkan pengangguran juga dan dari sisi petani harga panen sudah pasti dan Agrinas tidak akan membeli dibawah harga yang ditentukan pemerintah,” ucapnya. (@_hiem)





